Kegiatan UKK setara TTL 1 tersebut diikuti 34 siswa kelas XII jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) dan berlangsung selama dua hari di Laboratorium Teknik Sepeda Motor SMKN 3 Seluma.
Melalui kolaborasi bersama Astra Honda Motor, Astra Motor Bengkulu menghadirkan sistem pengujian berbasis industri yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja otomotif saat ini. Para siswa diuji melalui praktik langsung yang menyerupai aktivitas kerja di bengkel resmi, mulai dari pemeriksaan hingga perbaikan sepeda motor.
Vocational Manager Astra Motor Bengkulu, Lucky Hendrik Roberto, mengatakan keterlibatan industri dalam pendidikan vokasi menjadi langkah penting untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan otomotif.
"Kerja sama antara sekolah dan industri seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri. Kami berharap melalui UKK versi industri ini, para siswa tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di bidang otomotif," kata Lucky.
Menurut Lucky, pendidikan vokasi membutuhkan dukungan nyata dari dunia industri agar siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik dengan standar kerja profesional.
Karena itu, Astra Motor Bengkulu terus memperkuat sinergi dengan sekolah binaan melalui berbagai program pengembangan kompetensi, salah satunya pelaksanaan UKK berbasis industri.
Siswa yang dinyatakan kompeten nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai bukti keterampilan yang dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.
Melalui kegiatan tersebut, Astra Motor Bengkulu berharap lulusan SMK, khususnya di bidang Teknik Sepeda Motor, mampu memiliki daya saing tinggi, siap kerja, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi otomotif yang terus berubah.
.jpeg)
