Peninjauan dipimpin Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Ir. H. Darmawansyah, didampingi Direktur Utama PT Rotek, Ir. Purwanto, serta tenaga ahli dari Fakultas Teknik Universitas Bengkulu, Dr. Gustav Kurniawan, ST, MT, dan perwakilan BPBD Provinsi Bengkulu. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan keamanan jembatan yang menjadi akses vital penghubung Pasar Talo, Pasar Ngalam hingga Desa Rawa Endah, Kabupaten Seluma.
“Komisi III mendorong BPBD melalui gubernur agar segera bersurat ke BWSS VII Bengkulu untuk pembangunan breakwater sebagai pelindung jembatan dari hantaman abrasi,” tegasnya.
Pihak kontraktor, PT Rotek, menyatakan siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi teknis dari tim ahli. Jembatan Air Martan sendiri dikenal sebagai “jembatan Inggris” karena nilai historisnya yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu dan menjadi jalur penting penghubung wilayah Bengkulu.
.jpeg)
