Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Hardiknas 2026, Sonti Bakara Dorong Pendidikan Inklusif hingga Pelosok Bengkulu

PedomanBengkulu.com,Bengkulu - Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimanfaatkan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu, Sonti Bakara, untuk menegaskan kembali pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Ia menilai, pendidikan yang inklusif bukan sekadar wacana, tetapi harus menjadi komitmen nyata yang diwujudkan melalui kebijakan dan program konkret di daerah.

Dalam keterangannya, Sonti menyoroti masih adanya kesenjangan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan mereka yang tinggal di wilayah terpencil. Menurutnya, kondisi geografis Bengkulu yang beragam tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak.

“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang. Tidak boleh ada yang tertinggal hanya karena faktor ekonomi atau lokasi tempat tinggal,” tegasnya. Kamis (7/5/2026)

Ia menjelaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya soal biaya, tetapi juga menyangkut ketersediaan fasilitas dan kualitas tenaga pendidik. Di sejumlah wilayah, masih ditemukan keterbatasan sarana belajar, serta distribusi guru yang belum merata. Hal ini dinilai berpengaruh langsung terhadap kualitas pendidikan yang diterima 

                

”Karena itu, Sonti mendorong pemerintah daerah agar lebih serius dalam memastikan pemerataan pembangunan sektor pendidikan. Mulai dari peningkatan infrastruktur sekolah, penyediaan bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, hingga kebijakan yang menjamin distribusi guru berkualitas ke seluruh wilayah.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membuka peluang masa depan masyarakat. Dengan akses pendidikan yang merata, masyarakat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, Hardiknas seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan sekadar seremoni tahunan. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu bersinergi untuk menghadirkan sistem pendidikan yang adil dan berkelanjutan.

Sonti juga berharap, ke depan Bengkulu mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya saing tinggi. Ia optimistis, jika pemerataan pendidikan dapat diwujudkan, maka kesenjangan sosial akan semakin berkurang dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

“Pendidikan adalah kunci utama kemajuan. Jika kita serius membenahi sektor ini, maka masa depan Bengkulu akan jauh lebih baik,” pungkasnya