Dalam kesempatan tersebut, Dedy menekankan pentingnya intervensi pemerintah pusat terhadap sejumlah proyek strategis di Kota Bengkulu yang tidak mampu terakomodir hanya melalui APBD.
Pertama, Dedy menyoroti program strategis nasional Waste to Energy (pengolahan sampah menjadi energi) yang dinilai kurang adil bagi Bengkulu. Dari 38 provinsi di Indonesia, ia menyebut program ini baru menyasar 34 provinsi, dan Bengkulu belum termasuk di dalamnya.
“Kota Bengkulu memiliki jumlah sampah terbesar di provinsi ini. Kami mohon bantuan Bapak Menteri agar program ini masuk ke sini sebagai bentuk pemerataan. Jika mengandalkan APBD, dana kami tidak kuat,” tegas Dedy didampingi Kepala Bappeda Yudiya Hasana Putra dan Kabid P2EPD, Laura Titut Tejawahyuni.
Aspirasi kedua menyangkut revitalisasi Pasar Panorama. Dedy berharap pasar yang pernah menjadi percontohan di era Presiden Jokowi ini dapat diteruskan pembangunannya melalui skema Pasar Inpres, mencontoh keberhasilan Pasar Purwodadi di Bengkulu Utara.
Ia menjelaskan, kondisi pedagang saat ini meluber hingga ke badan jalan karena daya tampung pasar yang sudah tidak memadai.
“Pak Wagub sempat menegur saya soal pedagang di jalan, tapi saya sampaikan di dalam memang sudah penuh. Kami butuh bantuan pusat agar ekonomi masyarakat terakomodir dengan layak,” ujarnya.
Selain sampah dan pasar, Pemkot Bengkulu mendorong kelanjutan tahap kedua program SPAM Regional untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, dan Seluma.
Terakhir, Dedy memaparkan kondisi kritis Jembatan Terusan di kawasan Pelindo. Jembatan yang menjadi akses vital bagi ribuan warga dan anak sekolah tersebut memerlukan anggaran sekitar Rp86 miliar akibat kerusakan penyangga karena erosi.
Suasana sempat mencair ketika Dedy Wahyudi menyebut bahwa Menteri Rachmat Pambudy merupakan keturunan dari Sentot Alibasyah, panglima perang pendamping Pangeran Diponegoro yang diasingkan dan dimakamkan di Bengkulu.
“Saya katakan selamat pulang ke Kota Bengkulu, karena Bapak memiliki darah Bengkulu. Kehadiran Bapak menjadi penambah semangat kami untuk membangun daerah ini lebih baik lagi,” tutup Dedy.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu Mian, jajaran Deputi Bappenas, serta Forkopimda se-Provinsi Bengkulu. (**)
