PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan saat berkendara. Justru, kondisi tubuh yang menahan lapar dan haus membuat konsentrasi pengendara berpotensi menurun sehingga risiko kecelakaan meningkat, terutama menjelang waktu berbuka.
Instruktur Safety Riding Noval Yunaidi mengingatkan bahwa keselamatan di jalan harus tetap menjadi prioritas utama selama Ramadan.
“Saat berpuasa, energi tubuh berkurang dan refleks bisa melambat. Karena itu pengendara harus lebih sabar, menjaga fokus, dan tidak memaksakan diri. Prinsipnya sederhana: selamat sampai tujuan lebih penting daripada cepat sampai,” ujar Noval.
Ia membagikan beberapa tips Cari Aman berkendara selama bulan puasa agar perjalanan tetap nyaman dan aman.
1. Jaga Kondisi Fisik Sejak Sahur
Konsumsi makanan bergizi, perbanyak minum air putih, serta hindari makanan terlalu berminyak atau terlalu manis. Istirahat yang cukup juga penting agar tubuh tetap bugar saat berkendara.
2. Berkendara dengan Sabar dan Fokus
Hindari berkendara terburu-buru, terutama menjelang berbuka puasa. Kondisi lalu lintas biasanya lebih padat dan emosi pengendara mudah terpancing.
3. Gunakan Perlengkapan Berkendara
Gunakan helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Perlengkapan ini bukan hanya melindungi tubuh, tetapi juga membantu pengendara tetap nyaman dan tidak cepat lelah.
4. Periksa Kondisi Kendaraan
Pastikan rem, lampu, serta tekanan ban dalam kondisi baik sebelum berkendara. Pemeriksaan sederhana bisa mencegah masalah teknis di jalan.
5. Jaga Jarak Aman
Saat berpuasa, konsentrasi bisa menurun. Menjaga jarak aman memberi ruang reaksi lebih panjang jika terjadi pengereman mendadak.
Noval menegaskan bahwa Ramadan merupakan momen untuk meningkatkan kesabaran dan pengendalian diri, termasuk saat berada di jalan raya.
“Jangan sampai keinginan cepat berbuka membuat kita abai terhadap keselamatan. Lebih baik terlambat berbuka daripada tidak sampai ke rumah,” tegasnya.
