PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu, Hj Leni Haryati John Latief, mengajak umat Islam mensyukuri nikmat iman dan Islam dengan mengamalkannya secara menyeluruh, terutama di bulan suci Ramadan.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ini menegaskan bahwa iman dan Islam merupakan nikmat terbesar yang Allah Subhanahu wa Ta'ala karuniakan kepada manusia.
“Nikmat iman dan Islam adalah nikmat termahal di dunia dan akhirat. Syukur tidak cukup di lisan, tetapi harus dibuktikan dengan perbuatan lahir dan batin yang sesuai ajaran Islam,” ujar Hj Leni Haryati John Latief, Rabu (18/2/2026).
Perempuan berhijab kelahiran Taba Anyar ini mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 208 tentang perintah untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah atau menyeluruh.
"Setiap amal yang didasari keikhlasan karena Islam akan mendatangkan keberkahan dunia dan akhirat. Sebaliknya, amal yang dilandasi kepentingan pribadi, kedudukan, atau golongan akan berujung pada kerugian," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.
Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini juga mengingatkan pentingnya mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat.
"Semua akan berakhir dengan penyesalan di akhirat bagi mereka yang beramal selain karena iman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala," tutur Hj Leni Haryati John Latief.
Memasuki bulan Ramadan, Hj Leni Haryati John Latief menyebut bulan ini sebagai momentum istimewa untuk memperbaiki kekurangan ibadah di bulan-bulan sebelumnya.
“Kalau Ramadan kita jaga dengan sungguh-sungguh, insya Allah amalan setahun akan terjaga. Tapi kalau awalnya lemah, maka akan berpengaruh sampai akhir,” tukas Hj Leni Haryati John Latief.
Pembina Forum Melayu Rembuk Bengkulu ini juga mengingatkan keutamaan Ramadan sebagaimana hadis riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah tentang lima keistimewaan bagi umat Nabi Muhammad, di antaranya ampunan Allah, doa para malaikat, serta dibelenggunya setan.
Menurut Hj Leni Haryati John Latief, Ramadan bukan waktu bermalas-malasan atau sekadar mengumpulkan harta, melainkan momentum memperbanyak ibadah, sedekah, doa, membaca Al-Qur’an, serta memperkuat persatuan umat. Ia turut mendorong penguatan dakwah dan menghidupkan kembali sunnah i’tikaf, khususnya pada sepuluh malam terakhir.
“Ramadan adalah bulan doa dan solusi. Banyak persoalan hidup yang Allah mudahkan karena keberkahan Ramadan. Maka jangan sia-siakan setiap detiknya,” tutup Hj Leni Haryati John Latief. [**]
.jpeg)