PedomanBengkulu.com, Lebong - Pasca ditunjuk sebagai Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong, dr Meinoffiandi Leswin oleh Bupati Lebong H Azhari SH MH. Pria yang akrab disapa dr Andi ini, langsung melaksanakan konsolidasi internal jajaran manajemen RSUD Lebong. Kegiatan itu dilakukan sebagai langkah pertama, untuk memperkuat jajaran manajemen dan tenaga medis, agar seluruh pelayanan kesehatan yang ada di RSUD Lebong tetap berjalan seperti biasa.
Terkait penguatan sumber daya manusia, meskipun ada kendala dengan aturan pusat tidak ada pengangkatan Tenaga Harian Lepas Terdaftar (THTL). dr Andi menegaskan mengambil langkah kebijakan tetap memperkerjakan tenaga medis non ASN, dengan merubah status dari THLT menjadi Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dengan tetap mendapatkan gaji yang bersumber dari Jasa Pelayanan (Jaspel).
"Dari BKN Pusat dan BKPSDM, untuk tenaga THLT ini sementara dirumahkan. Tetapi langkah dan sikap dari pihak rumah sakit mengenai hal ini, kita tetap memperkerjakan mereka.
Mungkin hanya berubah status dari THLT ke TKS," kata dr. Andi saat ditemui PedomanBengkulu.com.
Dijelaskan Andi, RSUD Lebong mempunyai THLT kurang lebih hampir 120 orang. Bagi mereka yang masih berminat untuk membantu rumah sakit, dipersilahkan mereka mengikuti didaftarkan menjadi TKS. Adapun honornya dari Jaspel itu, karena pihaknya mengacu ke Undang-undang BKN yang tidak memperbolehkan lagi untuk pengangkatan THLT atau honor dari APBD.
"Untuk pembayaran masalah gaji mereka, kita ada honor dari jasa pelayanan yang bisa kita berikan kepada kawan-kawan yang
masih ingin bekerja di lingkungan rumah sakit. Yang notabene-nya ini bukan PNS, ASN atau PPPK.
Mungkin itu yang langkah dari kami manajemen, membantu teman-teman ini dengan mengakomodir mereka untuk tetap bergabung dalam pelayanan kesehatan masyarakat di RSUD," jelas Andi.
Kembali dipertegas Andi, manajemen RSUD Lebong dipastikan tidak ada pemecatan tenaga kesehatan, semua pelayanan tetap berjalan seperti biasanya.
"Insya Allah pelayanan di rumah sakit 100 persen tetap berjalan.
Sama seperti dahulu, tidak ada kegiatan yang menurun, justru 2026 ini akan kita tingkatkan lagi mutu pelayanan dan penguatan Sumber Daya manusia yang ada di RSUD Lebong," tegas Andi.
Satu lagi, lanjut Andi, untuk outsourcing ini mungkin alih fungsi dari tenaga supir, satpam, sama Cleaning servis ini tetap dibantu sama Pemda. Jika sebelumnya untuk tenaga Satpam dan Cleaning servis sudah disiapkan Pemda Lebong.
"Yang terbaru tenaga outsourcing para supir ambulance yang bukan PPPK. Tapi untuk berapa jumlah yang dibutuhkan dan disediakan oleh Pemda itu mungkin Pak Sekda Lebong yang lebih berkompeten untuk menjawab ini," pungkasnya.[spy]