PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Hari ini, Sabtu (10/1/2026), Indonesia memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional 2026. Peringatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen untuk memastikan berjalannya agenda keberlanjutan yang menentukan masa depan daerah dan keselamatan generasi mendatang.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, memasuki awal 2026, kondisi lingkungan Bengkulu memperlihatkan realitas yang mengkhawatirkan dimana dalam 23 tahun terakhir hingga 2025 sekitar 12.882,42 hektare tutupan hutan hilang.
"Namun pada saat yang sama, Bengkulu juga mampu menekan emisi karbon dioksida hingga 6,3 juta ton melalui berbagai upaya konservasi. Capaian ini membuktikan bahwa ketika kebijakan berpihak pada lingkungan, hasilnya nyata dan terukur," kata Hj Leni Haryati John Latief.
Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu ini menilai, di kawasan perkotaan, komitmen Pemerintah Kota yang telah mengalokasikan Rp200 juta per kelurahan pada APBD 2026 untuk penanganan sampah, serta mengusulkan Rp5 miliar untuk perluasan TPA Air Sebakul patut diacungi jempol.
"Langkah ini patut diapresiasi dalam semangat Hari Lingkungan Hidup, namun harus diiringi pembenahan sistem, edukasi masyarakat, dan pengawasan ketat agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada tumpukan anggaran semata," ujar Hj Leni Haryati John Latief.
Mantan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bengkulu ini menekankan, secara geografis, Bumi Merah Putih berada di wilayah dengan kerawanan bencana tinggi seperti gempa bumi, tsunami, banjir, hingga abrasi pantai.
"Karena itu, semangat Hari Lingkungan Hidup Nasional 2026 harus diterjemahkan ke dalam mitigasi yang nyata, baik struktural maupun non-struktural, dari perbaikan infrastruktur hingga peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat," tutur Hj Leni Haryati John Latief.
Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini menambahkan, momentum Hari Lingkungan Hidup Nasional 2026 ini harus menjadi titik tolak penguatan peran negara, dari daerah hingga pusat sebagai bagian tak terpisahkan dari perjuangan kebijakan fiskal yang adil, regulasi kehutanan yang tegas, dan strategi mitigasi bencana yang berpihak pada keselamatan rakyat.
"Mari kita pastikan Bengkulu tetap lestari, bukan hanya untuk kita yang hidup hari ini, tetapi untuk generasi esok yang berhak atas alam yang sehat dan berkeadilan," demikian Hj Leni Haryati John Latief. [**]
