PedomanBengkulu.com, Makassar – Dengan darah campuran Makassar dan Madura yang kental, Al Hafiz Ustadz Muh Faiz Risjad Indrata Putra muncul sebagai sosok ulama muda yang menggabungkan khazanah keilmuan tradisional dengan pendekatan kontemporer.
Saat ini, ia membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan Islam, majelis taklim, dan organisasi dakwah di Sulawesi Selatan guna menyebarkan manfaat ilmu dan memperkuat sinergi dakwah di tanahnya.
Ustadz Faiz lahir dan besar di Makassar, dengan latar belakang keluarga yang memiliki akar kuat di kalangan ulama dan tokoh masyarakat Sulsel – salah satunya leluhur terhormat Pawalli Salemo KH. Minahajje. Warisan budaya dan spiritual tersebut menjadi dasar visi dakwahnya yang fokus pada pembumian nilai-nilai Islam sesuai dengan kearifan lokal Bugis-Makassar.
"Saya berusaha menjadi jembatan antara khazanah keilmuan pesantren dengan realitas sosial-budaya masyarakat Sulsel saat ini," ujarnya. Dakwah yang ia lakukan selalu memperhatikan passióng (adat istiadat) dan pangngadereng (sistem nilai) setempat, sehingga ajaran Islam bisa menyentuh hati dan menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat.
Riwayat pendidikannya yang unik menjadi nilai tambah tersendiri – menggabungkan pendidikan internasional, pesantren salaf, hingga penguasaan ilmu multidisiplin mulai dari Qira'ah Sab'ah, Fikih, hingga Tasawuf. Beberapa program yang siap ia tawarkan bagi lembaga di Sulsel antara lain Program Intensif "Ihya' Ulum ad-Din" untuk pesantren atau majelis taklim tingkat lanjut, Kelas "Al-Qur'an for Professionals" untuk masyarakat urban, Dauroh "Sanad Keilmuan & Identitas Muslim Nusantara" bagi guru dan aktivis dakwah, serta bimbingan spiritual Thariqah Naqsyabandiyah untuk komunitas yang membutuhkan.
Pengalaman dakwahnya yang luas juga terbukti dari kontribusi konkret di masyarakat. Di Majelis Ta'lim Al-Muttaqin Baruga, selain mengajarkan tafsir, ia membuka sesi konsultasi syariah untuk masalah keluarga, warisan, dan bisnis.
Banyak jamaah yang mendapatkan solusi jelas dan aplikatif, bahkan terbentuk kelompok usaha halal kecil-kecilan antar anggota majelis. "Dakwah harus menyentuh aspek ubudiyah, muamalah, dan tazkiyatun nafs sekaligus," tegasnya.
Di era digital, Ustadz Faiz juga siap berkolaborasi dalam pembuatan konten dakwah. Ia memiliki pengalaman live streaming dan podcast, dengan ide program seperti "Jejak Ulama Sulsel: Napak Tilas & Bedah Kitab" yang bisa disiarkan melalui media lokal, maupun serial podcast "Tanya Ustadz Faiz" yang menjawab pertanyaan praktis masyarakat Sulsel.
"Marilah kita bersinergi – ilmu milik umat. Saya terbuka untuk diundang mengisi pengajian, dauroh, menjadi narasumber, atau bahkan program pertukaran guru," pesannya kepada para pimpinan pondok pesantren, madrasah, universitas Islam, dan takmir masjid di Sulawesi Selatan.
Bagi lembaga yang ingin bekerja sama atau mengundang Ustadz Faiz, dapat menghubungi melalui WhatsApp di nomor 081355714747, email faizrisjadindrataputra@gmail.com, atau mengunjungi kediamannya di Ranggoon Residence, Manggala, Makassar. Semoga sinergi ini dapat membawa berkah dan kemaslahatan bagi umat dan masyarakat Sulawesi Selatan. @saeedkamyabi
