Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Retreat Merah Putih: Ikhtiar Cerdas Merawat Jiwa Bengkulu

Ada kebijakan publik yang bekerja di permukaan: mengatur, membangun, dan menata. Namun ada pula kebijakan yang menyentuh lapisan terdalam manusia: nurani, akhlak, dan kesadaran spiritual. Retreat Merah Putih di Bengkulu jelas masuk kategori kedua. Inilah salah satu gagasan cerdas Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang patut diapresiasi setinggi-tingginya.

Retreat Merah Putih yang telah digelar hingga tujuh angkatan bukan sekadar sebuah program biasa. Ia menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada fisik dan angka, tetapi juga pada pembinaan batin aparatur dan masyarakatnya. Setelah tiga hari di masjid, hampir seluruh peserta mengaku pulang dengan hati yang lebih teduh, kesadaran yang diperbarui, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Pernyataan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan posisi Retreat Merah Putih sebagai program strategis Pemerintah Provinsi Bengkulu. Bukan hanya untuk ASN, tetapi juga PPPK, lintas instansi, hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota. Ini menunjukkan keberanian sekaligus kejernihan berpikir: bahwa kualitas birokrasi dan kehidupan sosial sangat ditentukan oleh kualitas iman, akhlak, dan keistikamahan para pelakunya.

Kesaksian para peserta yang merasa “baru menjadi muslim” setelah mengikuti retreat bukanlah hiperbola. Ia adalah cermin kegersangan batin yang selama ini mungkin kita abaikan. Ketika aparatur negara menyadari kembali makna shalat, masjid, dan akhlak, di situlah harapan tentang pelayanan yang jujur dan kepemimpinan yang amanah menemukan titik pijaknya.

Keberhasilan tujuh angkatan Retreat Merah Putih seharusnya tidak berhenti sebagai capaian simbolik. Gagasan untuk memperluas program ini ke lembaga lain seperti TNI/Polri, Kementerian Agama, para pengurus masjid, jajaran pemerintah kabupaten/kota, hingga seluruh warga Bengkulu layak mendapat dukungan luas. Bahkan, ini patut dijadikan model nasional: bagaimana negara hadir membina warganya secara utuh, lahir dan batin.

Tak kalah penting untuk bersama-sama mengawal keberhasilan tujuh angkatan Retreat Merah Putih agar istikamah dalam mengamalkan ilmu yang telah didapat, terutama menghidupkan nilai-nilai religiusitas di rumah, di kantor, di jalan, dan di tengah masyarakat. Di titik inilah Retreat Merah Putih menemukan maknanya yang paling dalam.

Bengkulu patut bersyukur memiliki kepemimpinan yang memahami bahwa pembangunan sejati tidak hanya mengaspal jalan, tetapi juga melunakkan hati. Retreat Merah Putih adalah ikhtiar merawat jiwa kolektif daerah ini. Dan selama ikhtiar itu terus dijaga, Bumi Merah Putih tidak hanya akan maju, tetapi juga bercahaya.