Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Sikap Ksatria Sang Walikota

Tragedi kecelakaan lalu lintas di kawasan Pantai Panjang Bengkulu yang merenggut nyawa seorang warga, dan diduga melibatkan salah seorang pejabat Kota Bengkulu, tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi keprihatinan bersama.

Dalam situasi sulit ini, publik menyaksikan bagaimana Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, tampil dengan sikap ksatria: mengakui, memohon maaf, dan menyatakan duka cita yang tulus atas musibah tersebut.

Ucapan maaf yang disampaikan Walikota bukanlah sekadar formalitas. Ia mencerminkan jiwa pemimpin yang berani bertanggung jawab, meski secara pribadi tidak terlibat langsung dalam peristiwa tersebut.

Agama menekankan pentingnya keberanian moral, kejujuran, serta kerendahan hati dalam menghadapi kenyataan pahit. Sikap seperti inilah yang ditunjukkan Walikota—sebuah keteladanan bahwa seorang pemimpin tidak boleh bersembunyi di balik jabatan, melainkan berdiri paling depan untuk menenangkan hati rakyatnya.

Lebih jauh, langkah Walikota yang menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum menunjukkan penghormatan pada supremasi hukum dan keadilan. Tidak ada upaya melindungi pejabat yang diduga terlibat, tidak pula ada intervensi yang bisa mencederai rasa keadilan masyarakat.

Inilah bentuk nyata kepemimpinan yang amanah: tegas namun tetap manusiawi, bijak namun tetap berpihak pada kebenaran.

Peristiwa ini hendaknya menjadi bahan refleksi bersama. Bahwa kehati-hatian, kedisiplinan, dan tanggung jawab di jalan raya adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Jabatan atau status sosial tidak menjadikan seseorang kebal hukum, apalagi kebal dari kesalahan. Justru semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawab moral dan sosial yang dipikul.

Sikap ksatria Walikota Bengkulu dalam musibah ini patut diteladani, bukan hanya oleh pejabat publik, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat. Sebab hanya dengan keberanian menghadapi kenyataan, keikhlasan mengakui kesalahan, serta keteguhan menegakkan hukum, maka kita dapat mengantisipasi agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.