Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Safety Riding, Ini Cara Paling Aman Mendirikan Sepeda Motor Saat Terjatuh

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Faktor pengemudi, faktor kendaraan, faktor lingkungan serta faktor lingkungan yang kita lewati menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas dijalan.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi menyebutkan dari berbagai faktor tersebut, faktor pengendara menjadi penyebab terbesar dalam kecelakaan lalu lintas. 

"Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, salah satunya adalah keterampilan pengemudi dalam mengendarai sepeda motor. Tentunya hal ini dapat diatasi dengan mempelajari teknik berkendara yang aman. Kecelakaan lalu lintas sebisa mungkin harus dihindari," sebut Noval.

Meskipun demikian, saat kecelakaan tidak dihindari dan sepeda motor kita terjatuh, pengendara harus memperhatikan beberapa hal motor yang jatuh saat kecelakaan :

1. Periksa kondisi badan penggemudi

Saat pengendara terjatuh ada kemungkinan terjadi luka atau cedera pada bagian tubuh. Hal ini dapat terjadi karena benturan atau gesekan dengan benda keras seperti batu dan aspal jalan raya. Sebelum mendirikan sepeda motor yang jatuh, pengendara perlu melakukan pengecekan terhadap kondisi badannya dengan cara menggerakkan jari tangan dan kaki untuk mengidentifikasi adanya kemungkinan patah tulang. Selanjutnya, pengendara dapat memiringkan badan ke arah kiri dan menggunakan tangan kanan sebagai tumpuan untuk bangun. Apabila pengendara jatuh dengan posisi terlentang, sebaiknya pengendara pindah ke posisi duduk terlebih dahulu untuk melancarkan peredaran darah. 

"Hindari untuk langsung berdiri dari kondisi terlentang," pesannya.

2. Mematikan mesin sepeda motor 

Sepeda motor yang terjatuh sering kali sudah berada pada posisi mesin mati. Meskipun demikian, pengendara perlu memastikan kembali dengan mematikan mesin sepeda motor melalui kunci kontak serta tombol engine off (jika ada). Hal ini bertujuan agar pengendara tetap aman saat memegang handgrip gas.

3. Periksa kondisi sekitar sepeda motor

Pengendara perlu memeriksa kondisi di sekitar sepeda motor untuk memastikan keamanan. Bersihkan debu atau pasir yang ada di sekitar sepeda motor, khususnya di bagian ban. Pemeriksaan ini memungkinkan pengendara dapat mendirikan sepeda motor dengan lebih aman dan menghindari slip.

4. Menurunkan gigi sepeda motor

Pengendara perlu memastikan persneling sepeda motor dalam kondisi netral atau sudah masuk. Apabila persneling sepeda motor berada dalam posisi netral, sebaiknya masukkan persneling ke gigi satu menggunakan tangan dan lakukan lagi pengecekan dengan cara memutar roda belakang. Hal ini bertujuan agar roda belakang dapat digunakan sebagai pengunci saat pengendara mendirikan sepeda motor.

5. Perhatikan kondisi badan saat mendirikan sepeda motor

Pengendara juga perlu memperhatikan posisi badan saat mendirikan sepeda motor yang jatuh. Pertama, pegang kemudi stang sepeda motor dalam posisi lurus. Kedua, masukkan lutut paha ke dalam celah antara tangki dan aspal. Ketiga, gunakan kaki yang lain sebagai tumpuan. Selanjutnya, angkat sepeda motor menggunakan lutut paha bersamaan dengan tumpuan kaki yang lain secara bertahap. Setelah sepeda motor berhasil terangkat, pengendara dapat menurunkan standart samping (side stand).

“Kecelakaan lalu lintas merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Meskipun demikian, kecelakaan dapat diantisipasi dengan cara mempelajari teknik berkendara yang aman. Ingat untuk selalu #Cari_aman saat berkendara," tutup Noval.[Rls]