Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Senator: Riset Musti Difokuskan untuk Ciptakan Keunggulan Indonesia

JAKARTA, PB - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) terus membahas Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Sistem Nasional Ilmu...

JAKARTA, PB - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) terus membahas Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Dalam pandangannya, Senator termuda Indonesia, Riri Damayanti John Latief, menilai, seharusnya riset-riset yang dilakukan ke depan adalah penelitian yang mampu menciptakan keunggulan Indonesia di dunia.

"Pemerintah perlu menetapkan skala prioritas dan menentukan satu fokus utama sehingga Indonesia memiliki supremasi tertinggi dalam bidang itu," katanya sebelum Rapat Dengar Pendapat Umum Membahas Pandangan Terhadap RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di DPD RI, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, Jepang unggul dengan otomotifnya, Amerika unggul dengan industri perfilmannya, Korea Selatan unggul dengan fashionnya, Kuba unggul dengan kesehatannya, Tiongkok unggul dengan teknologi komunikasinya, Rusia unggul dengan militernya dan lain-lain.

"Memilih satu bidang bukan berarti abai dengan bidang lainnya. Kita mengapresiasi langkah pemerintah yang tengah menyusun Rencana Induk Riset Nasional yang akan dituangkan dalam bentuk Keputusan Presiden (Kepres). Tapi itu masih terlalu luas," ujarnya.

Riri menambahkan, Indonesia hanya memiliki sedikit peniliti yang bermutu yang ditunjang dengan prasarana riset yang tak memadai dan usang, dana riset yang rendah dan minimnya kerjasama dan penerapan timbal balik riset dengan industri.

"Padahal industri-industri yang tumbuh baik di sektor hulu maupun hilir sangat membutuhkan riset untuk pengembangan produk agar memberikan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan. Pemerintah harus menetapkan jenis industri apa saja yang cukup strategis dan mendesak untuk segera dikembangkan dengan riset yang serius," demikian Riri. [AR]