Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

DPRD BS Pertanyakan Program Tanam Jagung Gusnan

BENGKULU SELATAN, PB – Program tanam jagung dengan pola kerja sama dengan petani yang diprakarsai oleh Gusnan Mulyadi beserta Koperasi Duta Tani dan Pengusaha Witjaksono dipertanyakan oleh anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan.

Salah satunya datang dari Wakil Ketua I DPRD Bengkulu Selatan Susman Hadi. Menurut Susman, dirinya selaku wakil rakyat sering mendapat pertanyaan dari masyarakat, khususnya petani tentang program tanam jagung serta pemberian bantuan modal dengan sistem bagi hasi ini. Pasalnya program yang tengah gencar-gencarnya di masyarakat ini dipandang dewan belum ada kejelasan. Khususnya terkait penanggungjawab dan pelaksana kegiatan.

“Kami selaku wakil rakyat tidak tahu program ini, ini program siapa, siapa penanggungjawabnya. Kalau Koperasi, koperasinya apa?. Jangan sampai nanti timbul masalah. Ini perlu kita antisipasi, mencegah sebelum terjadinya masalah. Karena di sini kami melihat ada keterlibatan Dinas Pertanian. Untuk itu, kami minta setelah ini dilakukan rapat oleh Sekda dan jajarannya. Selanjutnya dilaporkan kepada lembaga Dewan,” tegas Susman Hadi saat menyampaikan interupsinya setelah paripurna DPRD Bengkulu Selatan dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bengkulu Selatan terkait Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2016, Senin (24/7/17).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Darmawansyah kepada awak media menyampaikan bahwa program tanam jagung yang dimasyarakatkan oleh Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi merupakan kerjasama dengan Koperasi Duta Tani, pengusaha Witjaksono Grup dan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dengan pola petani mitra seluruh biaya penanaman jagung dibiayai oleh Koperasi dengan pola bagi hasil 75:25.

“PBNU ini ada MoU dengan Kementerian Pertanian RI terkait penanaman jagung. Ada kerjasama antara PBNU, Witjaksono Grup dan Koperasi Duta Tani serta petani untuk melakukan penanaman jagung. Kami di Dinas Pertanian secara teknis membantu seperti dalam hal memberikan data petani,” ujar Darmawansyah. (Apd)