Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Galakkan Sektor Kelautan Bengkulu yang Mandiri

JAKARTA, PB - Laut adalah masa depan bangsa. Agar suatu bangsa dapat berkembang maju, kelautan dan perikanan bangsa itu harus mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional.

Mencegah dan menangkal illegal fishing, melakukan konservasi untuk menjaga produktifitas sumber daya kelautan dan meningkatkan produksi, ekspor, pendapatan, adalah beberapa misi yang harus dicapai untuk mengoptimalkan laut sebagai masa depan bangsa.

Anggota Komite II DPD RI, Riri Damayanti John Latief, mengungkapkan, kesejahteraan sulit untuk terwujud bilamana Pemerintah Daerah mengabaikan aspek kedaulatan dan keberlanjutan dalam melakukan eksplorasi terhadap seluruh potensi sumber daya laut yang ada di Bengkulu.

"Pada kurun waktu 10 tahun terakhir, banyak mata pencaharian nelayan yang hilang. Bila dalam pendataan tahun 2003 jumlah rumah tangga di Indonesia yang menjadi nelayan mencapai 1,6 juta orang, pada tahun 2013 ini hanya tersisa sebanyak 868 ribu saja. Ini akan memberikan dampak buruk kepada Indonesia, termasuk Bengkulu," katanya, Kamis (8/6/2017).

Lanjut Riri, hampir 9 juta anak Indonesia di bawah 5 tahun terlalu pendek untuk usianya karena kurangnya mengkonsumsi gizi yang terkandung di dalam ikan. Makanya bagi Riri, upaya-upaya untuk kembali mengoptimalkan potensi-potensi laut harus segera dilaksanakan dengan prinsip-prinsip kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.

"Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengupayakan keberlanjutan usaha perikanan tangkap dan budidaya. Hanya saja, pada aspek inovasi iptek, SDM dan pemberdayaan, belum menunjukkan hasil yang menggembirakan," ungkapnya.

Riri menerangkan, larangan penggunaan trawl dan kebijakan pemberlakukan ukuran minimum penjualan lobster, kepiting dan rajungan, telah membuahkan hasil.

"Terbukti sejak tahun 2015, stock ikan terus meningkat. Tapi larangan trawl dan pemberlakukan ukuran minimum itu tetap harus dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian, kearifan, dan kebijaksanaan tanpa harus membuat kehidupan nelayan tradisional menjadi miskin," bebernya.

Pada tahun 2017 ini, tambah Riri, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan Pulau Enggano sebagai salah satu Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Tidak menutup kemungkinan, bila Bengkulu mampu membuktikan kualitasnya dalam mengelola laut, Bengkulu dapat menjadi salah satu poros maritim di Indonesia.

"Momentum Hari Laut Sedunia 2017 ini dapat menjadi bahan refleksi untuk kian meningkatkan tata kelola laut Bengkulu. Mari jaga, lestarikan, dan cintai Samudera dengan seluruh yang ada di dalamnya," tutup Riri. [AR]