Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Jokowi: Isu Makar Sekedar Mengingatkan

jokowi-ahok-okk_20160614_111232JAKARTA, PB - Tuduhan makar yang mengarah kepada kelompok Ormas dan gerakan tertentu yang menunggangi aksi 2 Desember besok terbukti tidak benar. Presiden RI Jokowi meluruskan pernyataan makar yang disampaikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian hanya sekedar mengingatkan masyarakat pada konstitusi yang berlaku.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan isu makar bukan untuk membuat ketakutan di masyarakat. ‎"Diingatkan seperti itu, bukan karena kondisi negara (genting) apa ndak. Karena kita perlu mengingatkan," ujar Jokowi di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, baru-baru ini.

Jokowi menegaskan, ucapan makar yang menjadi perbincangan masyarakat untuk mengingatkan bahwa negara telah memiliki pemerintahan yang sah berdasarkan kontitusi melalui pemilihan umum, baik pemilu kepala daerah, pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden. ‎"Kenapa ada yang menyampaikan makar, ya untuk mengingatkan bahwa kita ini sudah mempunyai konstitusi yang mengatur," ungkapnya.

Jokowi menambahkan, saluran demokrasi sudah diatur dalam kontitusi melalui hak memilih dan dipilih. Menurutnya, mekanisme itu juga sudah melalui proses yang panjang. ‎"Jadi jangan ada pikiran yang aneh-aneh ke mana-mana. Mengingatkan lagi. Mengingatkan kita semuanya. Enggak ada ke arah-arah yang‎ (aneh)," ucapnya seperti lansiran Sindonews.

Klarifikasi Jokowi ini muncul setelah Isu Makar Menuai Polemik ditengah publik. Banyak pihak yang menuntut agar institusi Bhayangkara dan Istana transparan. Komisi III DPR RI bahkan meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengumumkan dalang makar yang pernah ia nyatakan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membantah tudingan akan ada aksi makar terhadap NKRI. Terkait aksi demo akbar yang bakal digelar pada 2 Desember 2016 mendatang, Menhan menyebutnya bukan sebagai aksi makar. "Itu kan demo, bukan makar. Kalau makar itu bawa senjata, kalau bawa sajadah dan Al Qur'an bukan makar," katanya. (Yn)