Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Difasilitasi Pemda, Masyarakat dan PT Jathropa Sepakat Buka Kebun Plasma

Gusnan 1BENGKULU SELATAN, PB– Rencana pembuatan perkebunan plasma atau kemitraan antara warga dengan pihak PT. Jathrooa untuk perkebunan kelapa sawit mendapat sambutan positif dari Kepala Desa (Kades) Tanjung Aur 2 Kecamatan Pino Raya Taswin, Kepala Desa Talang Tinggi Dedi Rahmayadi dan Kades Desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna Subarto.

Hal tersebut terungkap Jumat (19/8) saat pertemuan di kantor Bupati BS, yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Gusnan Mulyadi, Manager PT. Jathropa Erlan Pasmawi, Camat Pino Raya dan Kades.

Sebagaimana diungkapkan Kades Tanjung Aur 2 Taswin saat memberikan penjelasan mengatakan, bahwa perkebunan plasma yang akan dibangun oleh PT. Jathropa dapat memberikan dampak positif bagi warga.

“Lahan untuk perkebunan plasma yang akan disiapkan seluas 135 hektare. Lahan tersebut berlokasi di hamparan negil, kelampaian dan hamparan ipu. Selain itu ada hamparan cadangan yakni hamparan kuwaran yang luasnya sekitar 200 hektaran,”katanya.

Senada Kades Keban Jati Subarto mengatakan, ia sangat mendukung ada kebun plasma. Namun untuk pembuatan perkebunan plasma oleh PT. Jathropa sebaiknya bukan hanya di Kecamatan Pino Raya saja, melainkan di Kecamatan Ulu Manna juga berharap ada perkebunan plasma.

Pihaknya berharap hal tersebut dapat memberikan kesempatan pada warga yang ada dilokasi agar mempunyai kebun plasma. Sehingga kedepan juga dapat memberikan kesejahteraan khususnya para petani.

“Untuk lokasi tidak diragukan lagi. Selama ini di Ulu Manna kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan sudah seharusnya ada terobasan yang baru untuk warga. Kalau ada kebun plasma kedepan dapat meningkatkan perekonomian warga. Sebelumnya kami sudah berharap ada pembuatan pabrik sengon namun hingga kini belum ada informasinya lagi,”ungkapnya.

Sementara Wabup BS Gusnan Mulyadi mengatakan, kalau semuanya sudah sepakat baik perkebunan plasma maupun tapal batas yang menjadi perbincangan selesaikan secara baik-baik, agar kedepan tidak ada lagi yang dipermasalakan sebelum pekerjaan berjalan pembuatan kebun plasma.

“Jangan sampai lahan untuk pembuatan kebun plasma menjadi sorotan di masa mendatang. Dan kita berharap kalau diantara Kades sudah sejalan baik itu pembuatan kebun plasma dan masalah tapal batas antara beberapa besa yang berkaitan dapat diselesaikan sebaik mungkin. Karena saya dengar ada tapal batas desa yang belum jelas. Untuk itu, biar segera diselesaikan supaya bisa dijadikan lahan plasma,” tegas Gusnan.

Sementara itu, tim Percepatan Pembangunan H Junior Hafis mengatakan, untuk pembuatan perkebunan plasma oleh PT. Jathropa membutukan banyak lokasi. Sasaran lokasi bukan hanya Desa Tanjung Aur 2 saja namun desa lain yang wilayahnya masuk lokasi PT Jathropa. (Apdian Utama)