Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Ombudsman Minta RSMY Berbenah

BPJSBENGKULU, PB - Lembaga Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu pada tahun 2016 telah menerima beberapa laporan masyarakat Bengkulu terkait lambannya pelayanan dari Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu. Setiap laporan tersebut senantiasa ditindaklanjuti.

Lihat juga: Pelayanan RSMY Lamban, Anak 9 Bulan Meninggal dan Bayi 9 Bulan Meninggal, Ini Dalih Pihak RSMY, serta DPRD Kota Desak Aparat Periksa Direksi RSMY

Asisten Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu, Jaka Andika, mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera memberikan laporan resmi kepada Pemerintah Provinsi dan Inspektorat untuk melakukan pembenahan pelayanan secara menyeluruh yang ada di RSMY.

Menurut dia, pembenahan itu harus dilakukan baik terhadap pasien, pelayanan administrasi dan jenis-jenis pelayanan lainnya. Menurut dia, sebagai rumah sakit yang menjadi rujukan tertinggi di Provinsi Bengkulu, harusnya RSMY juga memiliki pelayanan yang terbaik.

Ia menjelaskan, tidak hanya terhadap RSMY, kajian mengenai pelayanan publik sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Standar Kepatuhan Pelayanan Publik juga tengah dilakukan terhadap seluruh rumah sakit di Provinsi Bengkulu.

"Penilaian itu menyangkut standar produk layanan melalui persyaratan, prosedur, alur mekanisme, jangka waktu, biaya, maklumat, visi misi ketersediaan ruangan untuk pasien berkebutuhan khusus dan sebagainya. Hasil observasi kami tahun lalu, RSMY, RS Mukomuko dan RS Lebong masuk zona merah," ungkapnya.

Ia pun berharap agar rumah-rumah sakit yang dimaksud dapat merombak model pelayanannya sesuai dengan kebutuhan publik sehingga rasa kepercayaan masyarakat terhadap rumah-rumah sakit tersebut dapat kembali pulih.

"Kenyamanan pasien adalah hal yang paling utama. Dan kenyamanan itu berawal dari pelayanan yang baik. Kita berharap rumah-rumah sakit yang masuk dalam zona merah itu dapat memberikan pelayanan sesuai prosedur," demikian Jaka. [Nurul Saadi]