Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Polres BS Gagalkan Bisnis Tuak Lintas Kabupaten

BENGKULU SELATAN, PB - Bisnis jual beli tuak sudah semakin mengkhawatirkan. Bahkan sudah menembus kerjasama lintas kabupaten. Misalnya anta...

Tangkapan Tuak BS (2)BENGKULU SELATAN, PB - Bisnis jual beli tuak sudah semakin mengkhawatirkan. Bahkan sudah menembus kerjasama lintas kabupaten. Misalnya antara dua Kabupaten yang bertetangga, yakni Seluma dan Bengkulu Selatan.

Terbukti dengan hasil razia yang dilakukan oleh kepolisian Resort Bengkulu Selatan dini hari tadi, Jumat (22/4/16) sekira pukul 02.37 WIB. Sebanyak 200 Liter tuak asal Kabupaten Seluma berhasil diamankan.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Napitupulu Yogi Yusuf melalui Kabag Ops AKP Nur Zaini Toha mengatakan ratusan liter tuak berhasil diamankan pada saat razia di Simpang tiga Kurawan Desa Tanggo Raso Kecamatan Pino Raya.

Dijelaskannya, tuak tersebut dibawa oleh seorang Kurir yang bernama Kartono (32) warga Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan. Sedangkan tuak tersebut berasal dari Desa Purbosari Kecamatan Seluma Barat.

"Kartono tersebut berprofesi sebagai petani. Dia itu hanya kurir atau mengantarkan tuak saja dengan upah Rp 100 ribu. Rencananya tuak tersebut akan dibawa ke Seginim," ujar Nur Zaini.

Lanjut Kabag Ops, Versi Kartono, pemilik tuak tersebut bernama Tulang, minuman yang bila dalam dosis rendah dianggap dapat menyembuhkan diabetes ini dibeli dari Nawir asal Seluma dengan harga Rp 3.000/Liter.

Selanjutnya, barang tersebut dijual kembali oleh Tulang di daerah Bengkulu Selatan dengan harga Rp 5.000/Liter. Namun tuak tersebut kepada pelanggan yang telah memesan barang.

"Barang bukti sudah kita amankan. 200 Liter tuak tersebut dikemas dalam tujuh buah jerigen. Jadi tuak dari Kabupaten Bengkulu Selatan ini ada yang dipasok dari Kabupaten Seluma. Bayangkan saja, dari Purbosari sampai ke Seginim itu jaraknya ratusan Kilo Meter. Tapi itu tak jadi kendala bagi mereka untuk melancarkan bisnis perusak moral ini," tutup Kabag Ops. [Apdian Utama]