Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Dialokasikan Rp 3 Miliar, 8 Maret PIN Polio Serentak Digelar

Amin KurniaBENGKULU, PB - Pemda Provinsi Bengkulu menyatakan kesiapannya untuk menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 secara serentak pada tanggal 8 Maret 2016 di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Bengkulu. Persiapan yang diperlukan untuk suksesnya kegiatan ini pun tuntas dilaksanakan.

Baca : Kematian Bayi Masih Tinggi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Amin Kurnia, mengatakan, pertemuan dari mulai tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota dan lintas sektor telah dilaksanakan sejak bulan Januari 2016 yang lalu.

"Seluruh peralatan dan vaksin-vaksin telah didistribusikan hingga tingkat Puskesmas. Di desa-desa yang belum memiliki sarana Puskesmas kita bentuk pos-pos vaksinasi yang akan dibantu dengan Posyandu atau pos-pos lainnya," kata Amin kepada Pedoman Bengkulu, Jum'at (4/3/2016).

Agar warga masyarakat di Provinsi Bengkulu mengetahui hal ini, lanjutnya, Dinas Kesehatan telah melakukan kampanye secara luas dengan menyebar spanduk dan baliho di seluruh titik-titik strategis se Provinsi Bengkulu.

Baca : Pembangunan Kesehatan Kota Bengkulu Terbaik Nasional

"Seluruh tenaga yang terlibat dalam kegiatan ini termasuk kader-kader kesehatan dan vaksinnya semua sudah final. Semua balita dari umur 0 sampai 59 bulan hukumnya wajib untuk ikut. Cakupan kita ada 35 ribu lebih balita dan akan dilaksanakan selama satu minggu," ujarnya.

Amin menambahkan, anggaran yang disiapkan untuk PIN Polio ini di Provinsi Bengkulu sebesar Rp 3 miliar. Provinsi Bengkulu sendiri mengalokasikan Rp 200 juta dan dibantu dari APBD masing-masing daerah sebesar Rp 35 juta.

"Sebelum ini sudah ada pertemuan dalam bentuk workshop-workshop yang dibiayai dengan anggaran itu. Kemudian ada juga untuk pembalian bahan dan vaksin. Vaksin ini yang paling mahal dari yang lain-lain," ungkapnya.

Setelah mendapatkan PIN Polio, setiap anak akan diberi tanda tinta pada jari kelingking kiri sebagai pertanda bahwa sang anak tersebut telah mendapat vaksin tambahan. Dengan adanya kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu berharap Bengkulu bebas dari anak yang menderita lumpuh layu akut yang disebarkan melalui kotoran manusia yang terkontaminasi.

Baca : Lindungi Kesehatan Anak Anda dari Perubahan Iklim

"Penyakit ini ditindai dengan gejala demam, nyeri otot dan kelumpuhan pada minggu pertama sakit. Kemudian bisa terjadi karena kelumpuhan otot pernafasan yang tidak ditangani segera. Makanya kita harapkan kegiatan ini dapat mencapai target. Kalau ada Posyandu yang jauh dari jangkauan masyarakat, maka kita buatkan pos yang mudah dijangkau," pungkasnya. [Yayuk intan]