Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Meski Media Berganti, Jurnalisme Tak Boleh Mati

Nezar PatriaBENGKULU, PB - Matinya sejumlah media cetak di tahun 2015 mengundang kesedihan. Adalah anggota Dewan Pers, Nezar Patria, yang mengungkapkan kesedihan tersebut. Menurutnya, kematian tersebut mengundang kritik atas kehadiran media digital sebagai penyebab.

"Melihat begitu mudahnya orang menjadi "jurnalis" di era media sosial dan memproduksi informasi semaunya, secepatnya, dan menyingkirkan peran newsroom sebagai organisasi penjaga gawang informasi," katanya sebagaimana dikutip dari account Facebook yang ia miliki, Senin (28/12/2015).

Media digital, lanjutnya, lalu kerap digugat dan dianggap identik dengan bentuk kedangkalan iman "jurnalisme", mungkin setingkat dibawah murtad. Katakanlah ada media digital yang sejenis itu, kata dia, seperti juga ada bentuk media cetak yang memilih gaya stensilan, dan menyebarkan informasi murahan. Menurutnya, pilihan-pilihan ini sesuai dengan beban dosa masing-masing.

"Tapi, sebelum terlalu jauh menuding platform internet sebagai biang perkara dan kita menjadi melankolis dengan teknologi yang berubah, ada baiknya bersikap lebih tegar tapi lentur. Percayalah wahai kaum jurnalis bahwa technology is easy, but journalism is hard," imbau aktivis korban penculikan 1998 ini.

Ia menjelaskan, teknologi bisa dengan mudah dikuasi oleh mereka yang berpikiran terbuka dan mau belajar. Baginya, platform boleh saja berganti, misalnya dari cetak ke digital.

"Tapi praktik jurnalisme bermutu hanya bisa dihasilkan oleh sebuah disiplin yang membaktikan dirinya kepada akurasi, kejujuran, dan dipandu oleh cara berpikir kritis, plus etis. Ia tentu tak bisa dilakukan instan oleh mereka yang bahkan mampu menulis secepat bayangannya sendiri," tekannya.

"Jurnalisme adalah sebuah ilmu plus seni. Ia juga semacam ruh. Semestinya ia tak boleh mati hanya karena bentuk media berganti," pungkas Sekretaris Umum Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) tahun 1996 ini. [rudra]