Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Debat Pilgub Memanas, Kedua Kandidat Saling Serang

Ridwan Tanyakan Kampanye Hitam, Sultan Tanyakan Aksi Borong Partai

[caption id="attachment_8737" align="alignleft" width="300"](Sumber foto: indoelection.com) (Sumber foto: indoelection.com)[/caption]

BENGKULU, PB - Pagelaran debat kandidat pemilihan gubenur (Pilgub) Bengkulu yang disiarkan secara langsung oleh Rakyat Bengkulu Telivisi (RBTV) di Hotel Grage Horizon, Jum'at (20/11/2015) benar-benar berlangsung panas.

Seakan telah lama dipendam, kedua pasangan kandidat saling melemparkan pertanyaan yang mengarah kepada kelamahan masing-masing kandidat.

Pada segmen saling tanya jawab, Ridwan, Cagub yang diberikan kesempatan pertama mempertanyakan sikap Cagub Sultan Bachtiar Najamuddin mengenai kampanye hitam.

"Apakah kampanye hitam itu merupakan pendidikan politik yang baik atau sah-sah saja dalam politik praktis? Apapun jawabannya, komitmennya akan kami pegang," tanya Ridwan.

Cagub Sultan menjawab singkat, bahwa dirinya tidak akan melakukan kampanye hitam. "Saya tidak suka berbuat seperti itu," jawabnya.

Sisa jawabannya digunakan Sultan yang mengapresiasi pengakuan Ridwan atas ketertinggalan yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas.

"Saya awalnya tidak percaya di Musi Rawas jalan banyak yang rusak, gedung banyak yang hancur, informasinya bahkan bapak tidak bisa bangun kantor sendiri. Ini saya lihat sendiri," sindir Sultan.

Ridwan berbalik menjawab ketertinggalan Kabupaten Musi Rawas telah banyak ia atasi. Ia menyinggung tentang sekolah-sekolah yang ia bangun, bandar udara Silampari dan keberhasilan mendongkrak APBD.

"Saya bukan kota dulu yang dibangun tapi pembangunan saya mulai dari desa. Dulu APBD kami hanya Rp 300 miliar tapi sekarang sudah menjadi Rp 1,8 triliun," umbar Ridwan.

Mengenai hal ini Sultan menyanggah, meski baru mekar, namun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bengkulu Tengah bisa mengungguli IPM Kabupaten Musi Rawas.

"Keberhasilan itu diukur dari IPM. Kalau uang Musi Rawas banyak, kemana larinya? Uang kami kecil tapi kami bisa bangun. IPM-nya Musi Rawas sama dengan Seluma. Ini fakta," tukas Sultan.

Dalam kesempatan bertanya, Sultan menanyakan perihal aksi "borong partai" yang dilakukan oleh pasangan Ridwan-Rohidin. Menurut Sultan, upaya Ridwan-Rohidin memborong partai adalah bentuk pengungkungan terhadap demokrasi.

"Pak Bando, Suherman, Imron, Ichwan Yunus, semua bagus. Tapi hak mereka untuk maju disembelih," tandas Sultan.

Dengan tegas, Ridwan menjawab bahkan tudingan Sultan mengenai aksi "borong partai" adalah penistaan terhadap partai politik.

"Partai-partai itu adalah orang-orang yang berwawasan luas, banyak pertimbangan partai kenapa mengusung kami untuk maju. Misalnya Partai Gerindra. Ketua umumnya orang besar, uangnya banyak. Kalau saya beli partainya, saya pasti ditempeleng. Ini bukan Pilkades yang bisa beli seenaknya," ujar Ridwan, ketus.

"Misal PAN. Apa mereka bisa dibeli dan diatur-atur. Pak Surya Paloh, Pak Sutiyoso. Kita menistakan partai kalau kita bilang bisa atur mereka," urai Ridwan.

Menjawab itu, Sultan menjawab bahwa pernyataan aksi "borong partai" tersebut berasal dari kandidat-kandidat lain yang tidak jadi mencalonkan diri.

"Padahal perahu itu harusnya cukup satu dua saja. Ke depan buat pendidikan yang lebih baik," ucap Sultan.

Kesempatan berikutnya digunakan oleh Cawagub Rohidin Mersya. Dalam paparannya, Rohidin membeberkan bahwa semula dirinya tidak berniat untuk mencalonkan diri.

"Tapi pernah suatu malam, tengah malam, saya ditelepon Zulkifli Hasan. Saya diminta maju. Fadli Zon juga telepon. Surya Paloh juga begitu. Patrice Rio Capella juga. Mereka minta kesediaan saya untuk mendapingi Ridwan Mukti," kata Rohidin.

"Kemudian saya konsultasi dengan tokoh masyarakat, saya konsultasi dengan rakyat, saya nyatakan bahwa saya wakafkan diri saya untuk Bengkulu," demikian Rohidin.

Setelah debat pertama yang menyoal sumber daya alam (SDA) dan ekonomi, KPU Provinsi Bengkulu akan menggelar debat kedua pada 27 November 2015 mendatang. Dalam sesi kedua nanti mengulas tentang pembangunan pendidikan dan sumber daya manusia.

Selanjutnya pada debat ketiga akan digelar pada 30 November dengan ulasan tentang pemerintahan. [Rudra]