Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Meneropong Tabot 2015

Festival-TabotPEDOMAN BENGKULU. Meski masih cukup lama akan berlangsung, namun gagasan untuk memajukan pengelolaan tabot mulai bergulir. Setelah berhasil menyedot perhatian wisatawan nasional, tabot kini diharapkan dapat diselenggarakan secara spektakuler agar menjadi perhatian dunia internasional.

Ketua Kerukunan Tabot (KKT) Bengkulu, Ir Syiafril Syahbudin, mengucapkan, tabot memiliki semua prasyarat untuk menjadi objek wisata budaya skala internasional. Namun menurut dia, selama ini pemerintah menyia-nyiakan potensi tersebut.

"Kalau objek wisata kita seperti Pantai Panjang jauh lebih menarik dan indah daripada pantai-pantai lain di Indonesia, lantas kenapa Bengkulu provinsi yang paling jarang dikunjungi? Bagi kami salah satunya karena kegagalan dalam mengelola budaya itu. Bali itu kan objek budayanya yang menonjol. Kalau pengelolaan budaya kita amburadul, jangan bermimpi daya tarik wisata akan lebih baik," kata Syiafril kepada BE, kemarin (24/4).

Pada salah satu pertemuan nasional, lanjut Syiafril, para plesiran di Indonesia seringkali menyampaikan minat mereka untuk menonton langsung penyelenggaraan tabot sekaligus melihat pesona wisata di Bengkulu. Hanya saja, para plesiran tersebut mengaku tidak pernah diingatkan untuk berkunjung ketika event tersebut diselenggarakan.

"Orang-orang di Jawa dan Kalimantan bilang kepada kami mereka sebenarnya mau kok berkunjung kesini. Tapi tidak pernah diberitahu. Dari sini saja sudah kelihatan bahwa memang kita nggak mau serius mensosialisasikannya," papar Syiafril.

Berapa anggaran yang ideal untuk penyelenggaraan event tabot sehingga gaungnya terdengar ke mancanegara? Menurut Syiafril, kebutuhan anggaran tersebut kisaran Rp10 miliar. Ia tak menampik bahwa beban anggaran sebesar ini tidak akan mampu dialokasikan melalui dana APBD Provinsi, maupun APBD Kota Bengkulu.

"Tapi sebenarnya bisa saja akses dananya dari APBN melalui dana Kementerian Pariwisata. Saya sudah diberitahu, anggarannya ada kok. Tinggal mampu tidak Pemda Provinsi menariknya ke Bengkulu," ujarnya.

Ia juga berharap agar tabot pada tahun ini dapat diselenggarakan secara kompak. Menurut dia, diperlukan sinergisitas yang utuh sejak awal tabot diselenggarakan hingga mengolah berbagai akses yang ditimbulkan dari penyelenggaraan tabot itu sendiri.

"Harusnya kita bisa bersama-sama. Pemda Provinsi, Pemda Kota dan KKT bisa duduk bareng jauh sebelum penyelenggaraan dilaksanakan. Kalau tidak susah kita. Misalnya tahun lalu gubernur maunya dari gedung daerah ke panggung digiring oleh genderang kehormatan dengan jumlah dol yang banyak. Ini cukup keras pertentangan saat itu. Padahal hal-hal yang semacam itu bisa dibahas sejak awal," tutupnya.

Tabot sendiri diselenggarakan setiap tanggal 10 Muharram dalam penaggalan bulan Hijriyah. Pada tahun ini, tabot akan jatuh pada sekitar tanggal 15 Oktober 2015. Ritual tabot bukan syirik, melainkan hanya mengenang wafatnya Al Husen cucunya Nabi Muhammad di Karbela, Iran. Banyak nilai-nilai luhur dalam kehidupan manusia tercermin dalam setiap bagian ritual perhelatan tabot. (Yuyun Sundari)