Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Terlalu Lama Main HP Bisa Mengubah Cara Bernapas, Kok Bisa?

 
PedomanBengkulu.com, JAKARTA -- Penggunaan layar ponsel atau gawai (screen time) berlebih bisa berdampak buruk pada penglihatan dan postur tubuh. Namun tahukah kamu bahwa kebiasaan screen time berlebih juga dapat memengaruhi pola pernapasan.

Dokter spesialis paru dr Sandeep Jain, mengatakan posisi tubuh saat menggunakan perangkat digital, ditambah kurangnya aktivitas fisik, dapat memengaruhi cara seseorang bernapas. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat memicu pernapasan dangkal atau shallow breathing.

Pernapasan dangkal merupakan kondisi ketika seseorang mengambil napas lebih pendek dan tidak sedalam biasanya. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang duduk membungkuk dalam waktu lama, misalnya saat menunduk untuk melihat layar ponsel atau menggulir media sosial.

"Saat melihat ponsel, orang cenderung mempertahankan posisi kepala condong ke depan, bahu membukat, dan postur membungkuk. Akibatnya, dada dan diafragma menjadi sulit untuk bergerak secara leluasa dan bernapas secara normal," kata dr Jain dilansir laman Hindustan Times, pada akhir pekan lalu.

Selain itu, terlalu lama menatap layar dapat mengurangi aktivitas fisik. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut berpotensi menurunkan kebugaran kardiorespirasi, yakni kemampuan jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah dalam mendukung aktivitas fisik.

Dia mengatakan pernapasan dangkal tidak selalu mengindikasikan adanya penyakit paru-paru. Menurut dia, stres, postur tubuh, dan kurangnya pergerakan dapat memengaruhi pola pernapasan.

Meski demikian, perubahan pernapasan tidak boleh diabaikan begitu saja. Dokter Jain mengingatkan, kesulitan bernapas, mengi, batuk kronis, nyeri dada, atau penurunan kemampuan berolahraga secara signifikan tidak boleh langsung dianggap sebagai dampak penggunaan layar. "Gejala tersebut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan, seperti asma, infeksi saluran pernapasan, alergi, masalah jantung, dan penyakit lainnya," kata dia.

Dia kemudian menyarankan sejumlah kebiasaan untuk membantu menjaga pola pernapasan, terutama bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu di depan layar. Berikut enam langkah yang dapat dilakukan.

1. Ambil jeda untuk bergerak

Hindari duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam. Bangun dan berjalanlah sejenak di sela-sela pekerjaan atau aktivitas menggunakan perangkat digital.

2. Perbaiki postur tubuh

Usahakan duduk tegak dalam posisi yang nyaman. Hindari membungkuk atau terlalu mencondongkan tubuh ke depan saat menggunakan ponsel dan komputer.

3. Sesuaikan posisi layar

Tempatkan layar pada ketinggian yang nyaman agar tidak perlu terus-menerus menundukkan kepala atau mencondongkan tubuh ke depan.

4. Lakukan peregangan bahu dan dada

Sempatkan melakukan peregangan ringan pada bahu dan dada saat beristirahat. Langkah ini dapat menjadi bagian dari kebiasaan bergerak di sela-sela aktivitas.

5. Tetap berolahraga

Jangan melewatkan aktivitas fisik meski pekerjaan mengharuskan Anda berada di depan layar dalam waktu lama. Olahraga secara teratur penting untuk membantu menjaga kebugaran kardiorespirasi.

6. Rilekskan bahu dan atur pernapasan

Setelah menatap layar rilekskan bahu dan cobalah bernapas secara perlahan serta lembut. Latihan pernapasan diafragma dapat membantu meningkatkan kesadaran terhadap pola pernapasan.

"Paru-paru dirancang untuk berfungsi optimal saat tubuh terus bergerak. Jadi, memperbaiki postur duduk, melakukan peregangan, olahraga, serta mewaspadai masalah pernapasan merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk meningkatkan kesehatan paru-paru," kata Jain.

Sumber: ameera.republika.co.id