PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Penataan kawasan wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu kembali menjadi perhatian. Keberadaan lapak pedagang buah di depan Hotel Adeva yang dinilai terlalu maju ke area depan, disertai persoalan sampah yang berserakan, menjadi catatan penting dalam upaya menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan kawasan wisata unggulan tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin, mengimbau para pedagang dan pengunjung untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta mematuhi ketentuan yang berlaku dalam menjalankan aktivitas di kawasan wisata.
Menurutnya, keberadaan fasilitas umum di Pantai Panjang seharusnya dimanfaatkan dengan baik dan tidak diiringi perilaku yang dapat merusak keindahan lingkungan. Penataan tempat berjualan juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu pemandangan dan kenyamanan wisatawan.
"Kami berharap para pengunjung dan pedagang tetap sadar akan kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan, buanglah pada tempatnya," ujar Nina, Rabu (21/10/2026).
Selain persoalan kebersihan, keberadaan lapak pedagang yang diduga berjualan tanpa izin dan menempati area terlalu maju di depan Hotel Adeva juga perlu mendapat perhatian. Penataan lapak dinilai penting agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengurangi estetika kawasan wisata maupun mengganggu ruang publik.
Sampah berupa kemasan styrofoam, botol, dan kantong plastik masih terlihat berserakan di sekitar gazebo. Kondisi ini cukup disayangkan karena tong sampah telah disediakan di dekat lokasi untuk memudahkan masyarakat membuang sampai pada tempatnya.
Padahal, Pemerintah Kota Bengkulu telah menyediakan fasilitas pendukung bagi masyarakat dan wisatawan, termasuk gazebo gratis di sejumlah titik sepanjang kawasan Pasir Putih hingga sekitar Hotel Nala atau Pantai Nala.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk bersantai dan menikmati keindahan pantai. Namun, keberadaannya perlu diimbangi dengan perilaku yang tertib, termasuk menjaga kebersihan dan tidak menjadikan area di sekitar fasilitas umum sebagai tempat pembuangan sampah.
Terkait penanganan sampah, Dinas Pariwisata Kota Bengkulu menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu. Koordinasi ini dilakukan untuk mendukung upaya pembersihan kawasan wisata agar kembali bersih, asri, dan nyaman dikunjungi.
Dinas Pariwisata juga mengingatkan bahwa menjaga keindahan Pantai Panjang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pedagang, pengunjung, dan masyarakat sekitar.
Penataan kawasan, kepatuhan terhadap aturan berjualan, serta kesadaran membuang sampah pada tempatnya menjadi bagian penting dalam menjaga citra Pantai Panjang sebagai destinasi wisata kebanggaan masyarakat Bengkulu.
"Mari kita sama-sama menjaga agar pantai kita tetap bersih. Kalau lingkungan indah, kita semua bisa merasa nyaman dan maksimal menikmati pesona Pantai Panjang Kota Bengkulu," tutup Nina.
