PedomanBengkulu.com,Bengkulu - Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap rencana pengalihan fungsi bangunan Mess Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu menjadi Kantor Walikota Bengkulu.
Langkah ini diyakini mampu menjadi motor penggerak baru bagi roda perekonomian masyarakat di kawasan Kelurahan Malabero dan sekitarnya.
Dukungan tersebut disampaikan Sultan di sela-sela kegiatannya menyerap aspirasi para nelayan, pedagang ikan asin, serta pelaku UMKM di sekitar wilayah Malabero pada Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, optimalisasi bangunan yang didirikan pada era kepemimpinan mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin M. Najamudin, tersebut harus segera dilakukan demi kemaslahatan publik.
"Kalau ini dibangun dan dimaksimalkan, terserah mau dibangun apa, katanya mau dibangun kantor walikota, maka ekonomi di sini (Malabero) akan hidup, akan rame orang datang ke sini," ungkap RI 7.
Sultan menjelaskan, transformasi Mess Pemda menjadi pusat administrasi pemerintahan kota akan menciptakan efek domino bagi sektor ekonomi lokal. Tingginya mobilitas masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai keperluan biokrasi dinilai akan membuka peluang pasar yang besar bagi pedagang setempat.
"Banyak orang datang berurusan sehingga penduduk-penduduk di sini yang berjualan akan tumbuh," sebutnya.
Lebih lanjut, Sultan mengungkapkan, hidupnya geliat ekonomi di kawasan pesisir Malabero merupakan impian lama yang ia gagas bersama sang kakak, Agusrin. Pembangunan infrastruktur jalan dan gedung Mess Pemda pada masa lalu sejatinya dirancang khusus untuk memicu pertumbuhan ekonomi yang merata.
"Sebenarnya inilah cita-cita saya dengan pak Agusrin dulu. Dari ujung ke ujung ekonomi tumbuh," paparnya.
Di akhir penyampaiannya, Ketua DPD RI ini mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan untuk menyatukan visi, menyampingkan ego, dan bergotong royong mendukung program-program pembangunan yang diusung pemerintah daerah demi masa depan Bengkulu yang lebih baik.
"Kita bantu pak walikota, pak gubernur, bantu pemda agar sama-sama keroyokan, gotong royong dan yang paling penting itu kompak. Jangan ribut, sehingga kami-kami di Jakarta (pusat) juga terus bersemangat. Bagaimana memikirkan masyarakat pesisir pantai ini, anak cucu kita, keponakan kita nanti, insya Allah hidupnya lebih baik," pungkas Sultan.
