PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu melanjutkan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajuan Rekomendasi Kegiatan Statistik melalui Aplikasi Romantik BPS pada Kamis (22/10/2026).
Bertempat di Monitoring Center Diskominfo, kegiatan hari kedua ini difokuskan pada aksi berupa praktik pembuatan akun dan pengisian aplikasi oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu Nurlia Dewi, Kabid Hubungan Media dan Teknologi Ariani Ningrum, Plt Kabid IKP Nugroho Tri Putra, serta Statistisi Ahli Madya BPS Kota Bengkulu S. Teguh Ananto. Turut hadir pula perwakilan Bappeda, jajaran Diskominfo, dan tim pendamping dari BPS Kota Bengkulu.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu Nurlia Dewi menegaskan, agenda kali ini tidak lagi berfokus pada teori, melainkan langsung pada implementasi pengisian data kegiatan statistik sektoral ke dalam aplikasi Romantik.
"Hari ini kita tidak terlalu banyak sosialisasi atau materi, kita langsung ke aksi. Jadi, kita bikin akun, setelah itu kita masukkan kegiatan. Melalui aplikasi Romantik ini, kegiatan yang kita ajukan akan diukur apakah layak dilakukan dan sesuai dengan standar BPS," ujar Nurlia Dewi.
Nurlia menjelaskan, banyak OPD yang sebenarnya sudah menjalankan kegiatan statistik sesuai prosedur administratif, namun datanya belum diunggah ke sistem.
Oleh karena itu, ia menginstruksikan setiap OPD untuk memilih minimal dua kegiatan yang telah memiliki dokumen keluaran (output) lengkap dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Ia juga mengingatkan bahwa ketersediaan anggaran bukanlah indikator utama, melainkan proses pengumpulan data dan dokumen hasil kegiatan yang paling penting.
"Kita sepakat pulang dari sini, kita sudah bikin akun dan sudah memasukkan data. Walaupun nanti ada data yang kurang, itu akan kita kembalikan lagi, kemudian kita lengkapi," tambahnya.
Di sisi lain, Statistisi Ahli Madya BPS Kota Bengkulu S. Teguh Ananto mengungkapkan bahwa metode bersurat ke OPD selama ini kurang efektif untuk mendongkrak angka pengajuan rekomendasi. Berdasarkan data BPS, sejak tahun 2023 hingga 2026, jumlah rekomendasi statistik di Kota Bengkulu yang tercatat baru menyentuh angka 14 kegiatan.
"Dalam kenyataannya, setiap tahun kami juga bersurat ke OPD untuk mengisi rekomendasi. Ternyata kalau hanya melalui surat, hasilnya masih sedikit. Sehingga kami mengandalkan kegiatan ini untuk seluruh OPD agar peningkatan jumlah rekomendasi statistik di Kota Bengkulu bisa lebih meningkat lagi," jelas Teguh.
Lanjut Teguh, setiap OPD pasti memiliki kegiatan pengumpulan data guna memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU). Pihaknya menjelaskan bahwa satu kegiatan statistik cukup diajukan sekali dan dapat digunakan di tahun-tahun berikutnya selama tidak ada perubahan metode, sampel, maupun substansi.
Selain pengisian aplikasi Romantik, dalam kesempatan tersebut BPS Kota Bengkulu juga meminta dukungan peserta untuk mengisi Survei Kebutuhan Data serta melengkapi data nama camat dan luruh (baik definitif maupun non-definitif) demi kelancaran pencocokan informasi jabatan kepala wilayah dengan data hasil sensus ekonomi.
Melalui bimtek ini, seluruh OPD di Kota Bengkulu diharapkan dapat menuntaskan pembuatan akun dan pengisian data statistik mereka, sehingga tata kelola data sektoral di bawah payung Satu Data Indonesia dapat berjalan lebih optimal.
