Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Bantuan Smart TV Merah Putih Tahap Dua Siap Sasar Sekolah di Kota Bengkulu

 

PedomanBengkulu.com,Bengkulu - Pemerintah pusat bersiap menyalurkan bantuan tahap kedua Smart TV Merah Putih ke berbagai sekolah di Kota Bengkulu pada akhir tahun 2026 guna memperluas jangkauan digital/asi pembelajaran yang sebelumnya telah menyasar hampir seluruh satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Tambahan perangkat ini diproyekseikan untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas yang belum mendapatkan fasilitas pendukung pembelajaran digital.

Jumlah Smart TV yang akan diterima masing-masing sekolah nantinya di seseuaikan dengan kebutuhan dan jumlah rombongan belajar (rombel). Berdasarkan informasi resmi dari kementerian terkait, setiap sekolah berpotensi memperoleh tambahan dua hingga empat unit baru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Kota Bengkulu Ilham Putra membenarkan adanya rencana penambahan fasilitas digital tersebut untuk melengkapi distribusi yang sudah berjalan sebelumnya.

"Hampir 100 persen sekolah di Kota Bengkulu telah menerima bantuan TV Merah Putih. Akhir 2026 ini akan datang tahap kedua, mudah-mudahan segera tiba. Berdasarkan informasi dari kementerian, pihak sekolah menerima bantuan TV dua hingga empat unit sesuai dengan kebutuhan," ujar Ilham Putra, Selasa (27/10/26).

Sebelumnya, program modern/sisi fasilitas pendidikan ini telah berhasil mendistribusikan perangkat Smart TV Merah Putih ke 174 sekolah di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta menyentuh 300 satuan pendidikan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh penjuru Kota Bengkulu.

Kehadiran teknologi visual ini diirancang untuk mendorong perubahan besar pada metode pembelajaran konvensional di ruang kelas.

Melalui fasilitas ini, para guru diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan buku cetak atau metode ceramah satu arah. Tenaga pendidik kini didorong untuk aktif memanfaatkan teknologi multimedia guna menyampaikan materi secara lebih menarik, dinamis, dan interaktif.

Berdasarkan pantauan, sejumlah sekolah yang telah menerima bantuan pada tahap awal kini mulai aktif mengintegrasikan Smart TV dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Perangkat tersebut dimanfaatkan secara variatif untuk menampilkan materi pelajaran visual, memutar video edukasi, menyajikan latihan soal interaktif, hingga mengoperasikan berbagai aplikasi pembelajaran digital.

Dengan dukungan teknologi tersebut, siswa diharapkan dapat lebih mudah memahami materi pelajaran melalui stimulus visual dan audio yang lebih kaya.

Meski demikian, pemerintah daerah menyadari bahwa penambahan perangkat keras digital bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan transformasi pendidikan. Kompetensi guru dalam mengoperasikan teknologi serta kemampuan mereka untuk mengintegraskannya ke dalam kurikulum menjadi variabel yang tidak kalah krusial.

Besarnya volume perangkat digital yang mengalir ke sekolah-sekolah menegaskan pentingnya program peningkatan kompetensi yang seimbang bagi para tenaga pendidik. Tanpa adanya pemanfaatan yang tepat dan kreatif, keberadaan Smart TV dikhawatirkan hanya akan menjadi pajangan fasilitas tambahan tanpa memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran siwa.

Oleh karena itu, langkah optimal/sasi bantuan ini wajib didukung dengan serangkaian pelatihan intensif bagi guru, penyediaan pendampingan teknisi yang berkelanjutan, serta evaluasi berkaia mengenai efekivitas penggunaan perangkat di dalam kelas.

Pihak manajemen sekolah juga dituntut untuk memastikan bahwa seluruh konten digital yang ditayangkan di layar kaca benar-benar selaras dengan kurikulum nasional dan kebutuhan rill siswa.

Teknologi digital pada dasarnya tidak boleh sekadar berfungsi sebagai pengganti papan tulis konvensional menjadi layar elektronik. Esensi utama dari digita/sasi ini adalah kemampuan perangkat dalam meningkatkan interaksi dua arah, mendongkrak pemahaman konseptual, serta memicu keterlibatan aktif siswa sepanjang proses belajar mengajar berlangsung.

Dengan bergulinya rencana penyeluran tahap kedua pada akhir 2026 ini, tantangan utama digital/sisi pendidikan di Kota Bengkulu telah bergeser. Fokus utama kini bukan lagi sekadar pemenuhan ketersediaan perangkat di sekolah, melainkan bagaimana memastikan setiap unit Smart TV Merah Putih yang terpasang benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk mendongkrak mutu dan kualitas pendidikan daerah