PedomanBengkulu.com, Jakarta - Bank Dunia dalam laporan terbarunya memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5,2% hingga akhir tahun mendatang.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap stabil di level 5,2% pada 2026 dan 2027,” kata Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026.
Bank Dunia menyebut bahwa proyeksi untuk 2026 tersebut naik 0,5% dari sebelumnya. Padahal, pada April 2026, Bank Dunia sempat menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi hanya 4,7% pada 2026.
Kenaikan proyeksi ini menurut Bank Dunia dilakukan dengan mempertimbangkan dampak kenaikan harga energi yang tidak akan separah dari yang sebelumnya diproyeksikan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini lebih tinggi ketimbang rata-rata pertumbuhan ekonomi negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang berada pada level 4,5%.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan kawasan ASEAN, pertumbuhan ekonomi RI hanya kalah dengan Vietnam yang diproyeksi dapat mencapai 7,4% hingga akhir tahun mendatang.
Meski demikian, angka tersebut masih di bawah target pemerintah yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,4%.
Sementara itu, aktivitas ekonomi Indonesia juga didukung oleh peningkatan pelaksanaan program prioritas pemerintah, investasi yang terkait dengan negara, serta subsidi energi.
“Kombinasi kebijakan tersebut mendukung pertumbuhan dalam jangka pendek, tetapi turut menyebabkan ketidakseimbangan fiskal dan eksternal yang lebih besar,” sebut laporan tersebut.
Ketidakseimbangan tersebut diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa tahun mendatang, dengan defisit transaksi berjalan diproyeksikan melebar menjadi 1,5% dari PDB pada 2026.
Seiring dengan moderasi stimulus fiskal, pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah diproyeksikan semakin bergantung pada investasi swasta.
“Inflasi diperkirakan tetap berada di sekitar batas atas kisaran target bank sentral,” sebut laporan tersebut.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tercatat sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding ekonomi kuartal II 2025.
sumber: www.bloombergtechnoz.com
