Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Pelemahan Harga Minyak Dunia Berhenti, Brent di Kisaran US$100

 

PedomanBengkulu.com - Minyak tercatat menghentikan tren penurunan harga setelah dua hari berturut-turut, seiring meningkatnya ekspor dari Teluk Persia dan pemotongan harga yang tajam olehArab Saudi yang memperkuat tanda-tanda melonggarnya pasar.

West Texas Intermediate (WTI) stabil di sekitar US$89 per barel setelah turun 3,7% selama dua sesi sebelumnya, sementara Brent ditutup di sekitar US$100.

Produsen minyak di Teluk Persia mengalirkan volume yang lebih besar melalui Selat Hormuz, dengan semakin banyak kapal tanker yang mengambil risiko melintasi jalur perairan yang disengketakan tersebut meskipun risiko masih tinggi.

Kuwait menyatakan bahwa mereka memproduksi minyak sekitar 75% dari tingkat sebelum perang dengan Iran, sementara Irak berupaya menyewa kapal tambahan untuk mengirimkan muatannya melalui Selat Hormuz. Langkah-langkah ini terjadi di tengah pemotongan harga yang dilakukan Saudi Aramco terhadap minyak mentah andalannya, Arab Light, untuk pembeli di Asia ke level terendah dalam enam tahun.

Harga minyak mentah Brent tetap lebih dari 60% lebih tinggi tahun ini setelah AS dan Israel menyerang Iran pada Februari, yang mengganggu pasokan dan memicu inflasi. 

Walau aliran minyak dari Timur Tengah telah pulih mendekati level sebelum konflik, pengiriman produk minyak tetap terkendala, sebagian karena serangan Ukraina terhadap Rusia.

Selasa sore waktu setempat, Badan Informasi Energi AS (EIA) dijadwalkan merilis Laporan Short-Term Energy Outlook, termasuk proyeksi harga bahan bakar selama musim dingin di Belahan Bumi Utara. Laporan tersebut akan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar solar dan minyak pemanas di tengah tekanan pasar yang parah dan harga yang mencapai rekor tertinggi.

Minyak jenis WTI untuk pengiriman November turun 0,1% menjadi US$89,33 per barel pada pukul 06.01 pagi waktu Singapura.

Minyak jenis Brent untuk penyelesaian Desember turun 1,9% dan ditutup pada US$100,32 per barel pada hari Senin.


Sumber: www.bloombergtechnoz.com