Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Sering Lelah Saat Naik Motor, Ini Kaitannya dengan Posisi Berkendara


PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Banyak pengendara mengeluhkan cepat lelah, pegal, hingga kehilangan fokus saat berkendara, terutama dalam perjalanan jauh atau saat menghadapi lalu lintas padat. Kondisi ini kerap dianggap hal yang wajar. Padahal, penyebabnya tidak selalu karena kemacetan atau durasi perjalanan, melainkan bisa berasal dari posisi tubuh yang kurang tepat saat berkendara.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, menegaskan bahwa posisi berkendara memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan, kenyamanan, hingga kemampuan pengendara dalam merespons situasi di jalan.

“Posisi berkendara itu bukan sekadar soal gaya duduk, tetapi berkaitan langsung dengan kontrol, keseimbangan, dan kesiapan pengendara menghadapi berbagai kondisi di jalan,” ujar Noval.

Ia menjelaskan, posisi tubuh yang tidak ergonomis akan membuat otot bekerja lebih keras dari seharusnya. Akibatnya, pengendara lebih cepat mengalami kelelahan yang berujung pada penurunan konsentrasi.

“Ketika tubuh tegang atau posisi tidak tepat, respons terhadap potensi bahaya menjadi lebih lambat. Ini yang sering tidak disadari oleh pengendara,” tambahnya.

Untuk menjaga posisi berkendara tetap ideal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, posisi kepala dan pandangan harus mengarah ke depan. Pengendara disarankan untuk melihat kondisi lalu lintas lebih jauh, bukan hanya fokus pada area dekat atau terlalu sering menunduk. Cara ini membantu memperluas ruang antisipasi terhadap potensi bahaya.

Kedua, pundak dan lengan harus dalam kondisi rileks. Bahu yang tegang dapat mempercepat kelelahan, sementara posisi siku yang sedikit menekuk membuat pengendara lebih fleksibel saat bermanuver.

Ketiga, cara menggenggam setang juga perlu diperhatikan. Pengendara tidak dianjurkan membiasakan jari menempel di tuas rem saat melaju, karena dapat mengurangi kenyamanan serta mengganggu respons saat pengereman mendadak.

Keempat, posisi badan dan pinggul sebaiknya tegak namun tetap santai. Pinggul harus bertumpu dengan baik di jok agar distribusi beban tubuh seimbang. Posisi membungkuk justru membuat tubuh cepat lelah dan mengurangi kendali.

Kelima, posisi kaki harus disesuaikan dengan jenis sepeda motor. Pada skutik, kaki sebaiknya lurus ke depan dan rapat. Sementara pada motor bebek dan sport, kaki harus berada di pijakan, dengan lutut dapat menjepit tangki pada motor sport untuk menjaga stabilitas.

Noval menegaskan, posisi berkendara yang tepat membuat tubuh bekerja lebih efisien sehingga pengendara tetap nyaman dan fokus, baik dalam perjalanan jarak jauh maupun saat menghadapi kepadatan lalu lintas.

“Jika posisi sudah benar, pengendara tidak mudah lelah, lebih nyaman, dan lebih siap menghadapi kondisi darurat di jalan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kelelahan saat berkendara sering kali tidak disadari, namun menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan.

“Langkah sederhana seperti memperbaiki posisi berkendara bisa berdampak besar terhadap keselamatan. Ini merupakan bagian dari budaya #Cari_Aman yang perlu dibiasakan sejak awal,” tutup Noval.