Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Senator Leni John Latief: Bengkulu Tak Boleh Lengah

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Bumi Merah Putih sedang menghadapi musim yang tidak bisa dianggap biasa. Debu dan kekeringan mulai membawa dampak pada kesehatan. Sepanjang Juli 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mencatat 1.385 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pada saat yang sama, ancaman kebakaran juga terus membayangi.

Di Kota Bengkulu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mencatat 70 kejadian kebakaran sejak Januari hingga Agustus 2026. Sebanyak 20 di antaranya merupakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Angka-angka ini seharusnya cukup untuk membuat kita waspada. Sebab, ISPA dan kebakaran sama-sama berkaitan dengan kondisi lingkungan yang kering dan berdebu. Ketika cuaca panas, vegetasi mengering dan angin bertiup kencang, api menjadi lebih mudah menyebar. Debu dan asap pun semakin mudah mengganggu pernapasan," kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief, Jumat (28/8/2026).

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini memberikan apresiasi kepada petugas Damkar yang terus berada di garis depan setiap kali kebakaran terjadi, senantiasa bekerja dalam situasi berbahaya untuk menyelamatkan warga dan mencegah api meluas.

"Tapi tetap penting untuk diperhatikan bahwa pemadam kebakaran bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab. Kebakaran jauh lebih baik dicegah daripada dipadamkan. Kelalaian menggunakan listrik, kabel yang rusak, sambungan yang tidak sesuai standar, hingga kebiasaan membakar sampah sembarangan harus dihentikan. Begitu pula kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Dewan Pakar Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bengkulu ini menekankan, di tengah cuaca panas dan angin kencang, api kecil bukan lagi perkara kecil. Bara yang ditinggalkan begitu saja dapat berubah menjadi kebakaran besar. Percikan api di lahan kering bahkan dapat menyebar dalam waktu singkat.

Pembina Forum Melayu Rembuk Bengkulu ini menambahkan, pemerintah dan petugas tentu harus terus meningkatkan kesiapsiagaan dan edukasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat, terutama di wilayah yang rawan kebakaran.

"Tetapi keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada kesadaran warga. Makanya kita nggak perlu menunggu jumlah kasus ISPA bertambah atau kebakaran kembali memakan korban dan harta benda untuk bertindak. Musim kering adalah peringatan agar kita lebih berhati-hati. Jangan tunggu asap mengepul untuk sadar bahwa api sudah terlalu dekat," demikian Hj Leni Haryati John Latief.