Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Ekspor Meroket, Ekonomi Bengkulu Bangkit


Pedomana Bengkulu.com - Ada kabar menggembirakan dari dapur ekonomi Bengkulu. Angka ekspor Juni 2026 bukan sekadar naik, tetapi meledak.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Bengkulu mencapai US$12,56 juta pada Juni 2026. Dibandingkan Mei yang hanya US$0,01 juta, lonjakannya mencapai angka fantastis 168.450,66 persen.

Jika dibandingkan dengan Juni tahun lalu, ceritanya juga tak kalah menarik. Nilai ekspor Juni 2025 sebesar US$2,81 juta. Setahun kemudian, angka itu melompat menjadi US$12,56 juta atau tumbuh 346,35 persen.

Bagi Bengkulu, angka ini layak disambut dengan optimisme. Setidaknya, ada sinyal bahwa aktivitas ekonomi daerah mulai bergerak lebih kencang dan produk-produk Bengkulu memiliki ruang yang semakin terbuka di pasar yang lebih luas.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian, capaian ini tentu menjadi modal penting untuk terus menggenjot ekonomi daerah. Pembangunan tidak cukup hanya terlihat dari jalan, gedung, jembatan, atau infrastruktur lainnya. Ukuran yang jauh lebih terasa adalah ketika roda usaha berputar, produksi meningkat, pasar meluas, dan masyarakat ikut menikmati manfaatnya.

Namun, ada satu catatan penting: jangan cepat bertepuk tangan lalu selesai.

Lonjakan ekspor harus menjadi momentum, bukan sekadar angka indah dalam laporan statistik. Pemerintah daerah bersama dunia usaha perlu memastikan tren tersebut bisa bertahan, bahkan tumbuh lebih besar.

Kuncinya ada pada hilirisasi, peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, penguatan UMKM, serta penciptaan iklim usaha yang semakin sehat. Produk Bengkulu jangan hanya mampu keluar daerah, tetapi harus mampu bersaing dan memiliki nilai tambah ketika menembus pasar nasional maupun internasional.

Sebab, di balik angka US$12,56 juta itu terdapat cerita yang lebih besar: peluang usaha, produksi yang meningkat, pasar baru, lapangan pekerjaan, dan harapan masyarakat terhadap ekonomi daerah.

Karena itu, ekspor bukan sekadar urusan statistik. Ekspor adalah soal seberapa jauh potensi Bengkulu mampu dikonversi menjadi kesejahteraan.

Helmi Hasan dan Mian kini memiliki momentum untuk menjaga mesin ekonomi tersebut tetap panas. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Pelaku usaha, UMKM, masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, hingga seluruh pemangku kepentingan harus berada dalam satu gerak yang sama.

Bengkulu punya komoditas, punya potensi, dan kini memiliki sinyal pasar yang cukup menggembirakan. Tantangannya tinggal satu: bagaimana mengubah momentum menjadi tren, lalu mengubah tren menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Jadi, angka 346,35 persen memang pantas dirayakan. Tetapi pekerjaan sesungguhnya justru baru dimulai.

Ekspor boleh meledak. Ekonomi Bengkulu harus ikut tumbuh. Dan yang paling penting, manfaatnya harus sampai ke masyarakat.