PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memberikan imbauan tegas kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terkait penggunaan media sosial. Ia meminta agar seluruh aparatur negara dapat lebih bijak dan menjaga etika digital di ruang publik.
Dedy menekankan pentingnya menjaga citra diri dan instansi dengan tidak membawa emosi serta tabiat buruk ke jejaring sosial. Media sosial seharusnya digunakan sebagai sarana penyebaran informasi yang edukatif dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
"Saya juga mengimbau kepada seluruh ASN dan kita semua agar bijak dalam bermedia sosial. Jangan sampai sifat atau karakter negatif kita diperlihatkan ke publik seperti kebiasaan marah-marah atau iri hati dengan orang lain yang kemudian dibawa ke media sosial," ujar Dedy, Selasa (28/7/26).
Menurutnya, ruang digital akan jauh lebih bermanfaat jika diisi dengan narasi-narasi yang membangun, memotivasi, serta menginspirasi banyak orang.
"Sebaiknya bagikan hal-hal yang baik dan bermanfaat saja. Misalnya membagikan kisah-kisah inspiratif, kisah pertobatan, atau perjalanan orang sukses yang pernah jatuh lalu bangkit kembali," tambahnya.
Secara khusus, Walikota juga menyoroti unit kerja pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satunya adalah Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Bengkulu. Ia mendorong mereka untuk lebih aktif mengedukasi warga melalui konten-konten humanis seputar tugas operasional sehari-hari.
"Khusus bagi aparatur kami, seperti tim Damkar dan lainnya, saya minta bagikan konten mengenai pekerjaan mereka seperti proses membersihkan sarang tawon atau menangkap ular. OPD lain juga seperti itu, tampilkan hasil kinerja dan lainnya," pungkas Dedy.
Melalui instruksi ini, Walikota berharap media sosial para pegawainya dapat bertransformasi menjadi wadah edukasi publik sekaligus etalase kinerja pemerintah yang transparan, profesional, dan mengayomi masyarakat.
