Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Wujud Kepedulian Pemerintah, 14.495 Warga Kota Bengkulu Terima Bansos PKH Triwulan II

PedomanBengkulu.com, Bengkulu– Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan penyaluran jaring pengaman sosial terus berjalan tepat sasaran.

Pada periode triwulan kedua tahun ini, tercatat sebanyak 14.495 warga Kota Bengkulu masuk sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam merespon kebutuhan dasar masyarakat rentan di Kota Bengkulu. Pemerintah berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, serta keberlanjutan pendidikan.

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita menyatakan, realisasi penyaluran dana PKH triwulan kedua ini berjalan dengan lancar berkat kerja keras tim lapangan dan pendamping PKH.

"Penyaluran bantuan PKH kepada 14.495 warga Kota Bengkulu pada triwulan kedua ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian mendalam dari Pemerintah terhadap warganya. Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat rentan yang luput dari perhatian pemerintah," ujar Afriyenita, Selasa (7/7/26).

Untuk memastikan program ini berjalan efektif dan meminimalkan salah sasaran, Dinas Sosial Kota Bengkulu terus melakukan pemutakhiran data berkala. Afriyenita menegaskan, akurasi data kemiskinan menjadi prioritas utama instansinya agar keadilan sosial dapat terwujud secara objektif.

"Kami selalu menginstruksikan kepada para petugas pendamping PKH untuk tetap profesional dan ikhlas di lapangan. Validasi data dilakukan secara ketat agar bantuan sosial ini benar-benar jatuh ke tangan mereka yang berhak dan membutuhkan," tambah Afriyenita.

Selain memberikan bantuan langsung, Pemerintah Kota Bengkulu juga mendorong para penerima manfaat agar perlahan mampu mandiri secara finansial melalui program graduasi. Penyaluran bansos ini tidak dirancang sebagai solusi permanen, melainkan sebagai stimulan agar KPM bisa keluar dari garis kemiskinan.

Masyarakat yang menerima bantuan diimbau memanfaatkan dana tersebut dengan bijak demi kepentingan prioritas keluarga, seperti keperluan sekolah anak dan pemenuhan bahan pangan pokok sehari-hari.