Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Senator Leni John Latief: Kolaborasi Kunci Menjaga Kelestarian Laut Bengkulu

PedomanBengkulu.com, Jakarta - Memperingati Hari Kelautan Nasional yang jatuh setiap 2 Juli, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Hj Leni Haryati John Latief, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian laut sebagai aset strategis bagi pembangunan daerah.

Senator asal Provinsi Bengkulu ini mengatakan, sebagai provinsi yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, Bengkulu memiliki kekayaan sumber daya kelautan yang besar. Namun, potensi tersebut juga diiringi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian bersama.

"Momentum Hari Kelautan Nasional harus menjadi pengingat bahwa laut bukan hanya sumber mata pencaharian nelayan, tetapi juga penopang ekonomi, ekosistem, dan masa depan generasi mendatang. Bengkulu memiliki potensi kelautan yang sangat besar, sehingga harus dikelola secara berkelanjutan," ujar Hj Leni Haryati John Latief, Kamis (2/7).

Menurutnya, perairan Bengkulu memiliki potensi perikanan yang melimpah dengan berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti tuna, kakap, dan kerapu. Selain itu, jalur laut Bengkulu juga menjadi salah satu akses penting bagi distribusi logistik dan ekspor komoditas daerah.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu ini mengingatkan bahwa kondisi geografis Bengkulu yang menghadap langsung ke Samudra Hindia membuat wilayah perairannya memiliki karakter gelombang yang relatif tinggi. Karena itu, keselamatan nelayan harus menjadi perhatian utama, terutama saat cuaca kurang bersahabat.

"Kita juga harus memperhatikan keselamatan para nelayan yang setiap hari menggantungkan hidup di laut. Informasi cuaca dan peringatan dini harus benar-benar dimanfaatkan agar aktivitas melaut tetap aman," kata Hj Leni Haryati John Latief.

Mantan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Bengkulu ini juga menyoroti persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan, seperti abrasi pantai, pencemaran laut, dan sampah plastik yang berpotensi merusak ekosistem pesisir apabila tidak ditangani secara serius.

"Menjaga laut tidak cukup hanya dilakukan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan agar ekosistem laut Bengkulu tetap lestari sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini berharap peringatan Hari Kelautan Nasional menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pihak untuk menjaga laut Indonesia, khususnya laut Bengkulu, sehingga potensi maritim yang dimiliki dapat terus memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.