Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Penjabat (Pi) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebiansyah, Asisten I Alex Periansyah, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bengkulu.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam perbincangan tersebut, mengemuka gagasan strategis untuk memanfaatkan jejak sejarah kolonial Inggris di Bengkulu melalui konsep kota kembar (Sister City) antara Kota Bengkulu dan London.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan bahwa ikatan sejarah yang kuat antara Bengkulu dan Inggris merupakan potensi besar yang harus dikembangkan untuk mendorong sektor pariwisata serta perekonomian daerah.
"Bengkulu ini memiliki rekam jejak sejarah yang sangat unik dan panjang dengan Inggris, mulai dari keberadaan Benteng Marlborough dan lainnya. Potensi sejarah ini sangat megah jika kita kemas dengan baik. Oleh karena itu, kami menggagas ide untuk membangun hubungan Sister City antara Bengkulu dan London, agar nilai sejarah ini bisa menjadi daya tarik wisata internasional yang kekinian,” ujar Dedy.
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyambut hangat gagasan tersebut. Menurutnya, potensi sejarah Bengkulu yang pernah berada di bawah kekuasaan Inggris selama lebih dari seabad belum dimanfaatkan secara optimal (capitalized).
“Ini ide lama kita semua. Bagaimana Bengkulu sebagai daerah yang dulu bersemayam umat Inggris, yang lama sekali dijajah dan diisi bangsa Inggris, ini yang tidak kita capitalize sekarang. Saya diingatkan sama beliau (Wali Kota) tadi, kita akan bangun, kita akan hubungkan London dengan Bengkulu menjadi Sister City, dan saya yakin sekali itu bisa,” ungkap Sultan.
Sultan menambahkan, dirinya siap memfasilitasi langkah awal kerja sama tersebut dengan mempertemukan Wali Kota Bengkulu dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dalam waktu dekat.
“Dalam waktu sesingkat-singkatnya saya akan pertemukan Pak Wali Kota kita dengan Dubes Inggris. Nanti setelah pertemuan Pak Wali Kota dengan Dubes Inggris, saya juga minta Pak Dubes Inggris mengunjungi situs-situs Inggris di Bengkulu, beliau (Wali Kota) akan sambut. Setelah itu baru nanti kita desain bagaimana Sister City itu dibuat,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat bermuara pada hadirnya agenda pariwisata berbasis sejarah yang mampu menarik wisatawan mancanegara, khususnya warga negara Inggris yang ingin bernostalgia dengan rekam jejak sejarah leluhur mereka di Bumi Merah Putih.
“Kabar baiknya ke depan, Bengkulu akan punya event atau kalender event pariwisata yang menghubungkan sejarah Inggris yang begitu lama berjaya di sini dengan sesuatu yang terkini. Ke depan akan ada event yang meminta warga negara keturunan Inggris untuk bermemori ria, datang ke Bengkulu mengunjungi situs-situs peninggalan Inggris dan anak cucu mereka bisa lihat bahwa Inggris dulu pernah lama di sini,” tutup Sultan.
