PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hj Leni Haryati John Latief akan menggelar tabligh musibah dan doa bersama bagi almarhumah ibundanya, Hj Nurhayati binti Jamaludin, di Kuala Alam, Lempuing, malam ini, Selasa, 14 Juli 2026, pukul 19.30 WIB atau ba'da Isya.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar keluarga untuk mendoakan almarhumah sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama memanjatkan doa agar Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Pelaksanaan tabligh musibah dan doa bersama mendapat dukungan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, keagamaan, dan paguyuban yang bertindak sebagai penyelenggara bersama, yakni IKJPP, IPHI, MTP, BKMM, Alumni DPRD Kota Bengkulu, Alumni SMA 83, DPW dan DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM), RT setempat, IKPM, Rembuk Melayu, Wanita Islam Provinsi Bengkulu, Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu, serta Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Bengkulu.
Hj Leni Haryati John Latief mengatakan doa dari keluarga, sahabat, dan masyarakat menjadi hadiah terbaik bagi almarhumah.
"Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi amal ibadah dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima seluruh amal almarhumah, mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," ujar Hj Leni Haryati John Latief.
Perempuan berhijab kelahiran Taba Anyar ini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan moril, doa, serta membantu keluarga sejak almarhumah menjalani perawatan hingga proses pemakaman. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh organisasi dan komunitas yang berkolaborasi menyelenggarakan tabligh musibah sebagai wujud kepedulian dan ukhuwah.
"Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah hadir, membantu, dan mendoakan almarhumah. Terima kasih pula kepada seluruh organisasi dan paguyuban yang telah bersedia bergotong royong menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga segala kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapat balasan terbaik dari Allah Subhanahu wa Ta'ala," katanya.
Almarhumah Hj Nurhayati binti Jamaludin wafat pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 21.17 WIB di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Jenazah kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Desa Taba Anyar, Kabupaten Lebong.
Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai pribadi sederhana, religius, dan penuh kasih sayang. Ia juga dikenal gemar menjamu tamu serta istiqamah menjalankan ibadah, di antaranya menjaga salat, berpuasa sunah Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh, serta rutin mengikuti kajian keislaman.
Bagi Hj Leni Haryati John Latief, nilai-nilai yang diajarkan sang ibu menjadi bekal utama dalam menjalankan amanah sebagai anggota MPR RI dan anggota DPD RI Daerah Pemilihan Bengkulu.
"Almarhumah mengajarkan kami untuk selalu mengutamakan keikhlasan, kesederhanaan, menghormati sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Nilai-nilai itulah yang akan terus kami pegang dalam kehidupan maupun dalam menjalankan amanah kepada masyarakat," tutur Hj Leni Haryati John Latief.
Melalui tabligh musibah dan doa bersama tersebut, keluarga berharap masyarakat dapat bersama-sama mengirimkan doa terbaik bagi almarhumah, sekaligus menjadikan momen itu sebagai pengingat akan pentingnya memperbanyak amal saleh dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
