Pembangunan sejati tidak pernah berhenti pada aspal yang mulus, jembatan yang kokoh, atau lampu jalan yang menyala terang. Semua itu penting, bahkan sangat penting, tetapi tidak cukup. Di balik pembangunan fisik, ada dimensi yang sering terlupakan: pembangunan batin, akhlak, dan kesadaran spiritual masyarakatnya.
Komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan untuk memastikan tidak ada satu jengkal pun jalan dan jembatan rusak adalah langkah konkret menghadirkan keadilan dan kenyamanan hidup rakyat. Kini, komitmen itu menjadi jauh lebih bermakna ketika disertai kesadaran bahwa manusia tidak hanya hidup untuk hari ini, tetapi juga untuk kehidupan setelahnya.
Di sinilah program Retreat Merah Putih menemukan relevansinya. Retreat ini bukan sekadar kegiatan seremonial, apalagi pelatihan bergaya militer. Ia adalah ruang perenungan, muhasabah, dan penguatan nilai-nilai keimanan yang dilaksanakan di rumah ibadah. Negara hadir bukan hanya untuk mengatur raga, tetapi memfasilitasi warganya agar kembali menemukan arah hidup yang lurus dalam jiwanya.
Ketika aparatur sipil negara, tenaga harian lepas, masyarakat, dan kelak para pelajar diajak berhenti sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas, lalu menata ulang hubungan dengan Allah—Tuhan Yang Mahaesa, sesama manusia, dan bangsa, maka sesungguhnya Bengkulu sedang membangun fondasi paling kokoh bagi masa depannya.
Kebahagiaan rakyat tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi atau besarnya APBD. Rakyat Bengkulu berhak bahagia secara utuh: tenang jiwanya, lurus akhlaknya, kuat solidaritas sosialnya, dan yakin arah hidupnya. Berhak bahagia di dunia—dan lebih dari itu—berhak selamat hingga surga selama-lamanya.
Retreat Merah Putih adalah pengingat bahwa pembangunan tidak boleh membuat manusia kehilangan makna. Bahwa kemajuan tanpa nilai akan melahirkan kehampaan. Dan bahwa negara, sejauh kemampuannya, patut hadir untuk memastikan rakyatnya tidak hanya hidup layak, tetapi juga hidup benar.
Jika infrastruktur adalah jalan menuju kesejahteraan, maka Retreat Merah Putih adalah jalan menuju keselamatan. Bengkulu membutuhkan keduanya. Wallahu a'lam bishawab
