PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Sepanjang Jalan S. Parman. Kawasan pedestrian yang kini bersolek dengan nama baru, Belungguk Point, perlahan bertransformasi menjadi panggung pertunjukan ekonomi yang hidup. Di bawah temaram lampu kota, asap mengepul dari deretan stan kuliner, membawa aroma menggoda yang memikat siapa saja yang melintas.
Belungguk Point bukan lagi sekadar trotoar tempat pejalan kaki lewat. Tempat ini telah menjelma menjadi detak jantung baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, sekaligus ruang publik favorit warga untuk melepas penat.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, sedikitnya ada 200 pelaku usaha lokal yang menggantungkan harapan dan kreativitasnya di pusat kuliner malam ini.
Keberagaman menjadi daya tarik utama. Pengunjung tidak hanya disuguhi makanan dan minuman kekinian, tetapi juga diajak bernostalgia lewat jajanan tradisional, hingga dimanjakan oleh berbagai produk kreatif hasil buah tangan pengrajin lokal.
Bagi para pedagang, setiap jengkal pedestrian di Belungguk Point adalah peluang. Kawasan ini telah menjadi etalase hidup yang mempertemukan langsung kreativitas lokal dengan para konsumen, baik warga Bengkulu sendiri maupun wisatawan yang sedang berkunjung.
“Belungguk Point saat ini menjadi salah satu pusat kegiatan UMKM di Kota Bengkulu. Kami ingin kawasan ini menjadi etalase produk-produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu Nelawati, Selasa (14/7/26).
Dibalik ramainya transaksi beralaskan tawa pengunjung, ada upaya besar yang sedang berjalan di balik layar. Pemerintah Kota Bengkulu sadar bahwa pertumbuhan yang masif ini harus diimbangi dengan pengelolaan yang tertata.
Oleh karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM bergerak aktif melakukan pemutakhiran data para pedagang secara berkala.
Langkah pendataan ini bukan sekadar urusan administratif di atas kertas. Lewat data yang akurat, pemerintah berkomitmen mengawal para pedagang agar bisa ‘naik kelas’. Ratusan pelaku usaha di Belungguk Point ditargetkan untuk masuk ke dalam radar program pembinaan, pendampingan usaha, fasilitasi pengurusan legalitas resmi, hingga akses promosi yang lebih luas.
“Data yang terus diperbarui membuat pemerintah dapat memastikan bantuan dan program pengembangan usaha tepat sasaran. Kami ingin mereka berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik,” tegas Nelawati.
Kini, Belungguk Point telah mengukuhkan posisinya sebagai destinasi malam yang wajib dikunjungi. Lebih dari sekadar tempat berburu takjil malam atau kopi hangat, kawasan pedestrian ini membawa misi besar menjadi sentra ekonomi kreatif yang modern, tertata, dan berkelanjutan.
Melalui denyut nadi ekonomi di sepanjang Jalan S. Parman ini, Kota Bengkulu sedang mengirimkan pesan kuat kepada dunia luar. Sebuah pesan tentang kota yang ramah, tumbuh, dan bergerak maju bersama kreativitas masyarakat kecilnya.
