PedomanBengkulu.com – Ketua Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Bengkulu, Wibowo Susilo, SE menegaskan peran strategis pers dalam menjaga kualitas informasi publik.
Menurutnya, media harus menjadi benteng utama melawan hoaks. Selain itu, pers juga wajib menghadirkan kritik yang membangun. Pernyataan tersebut muncul di tengah derasnya arus informasi digital. Saat ini, masyarakat sangat mudah menerima berbagai informasi.
Namun, tidak semua informasi memiliki kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, AMJ Bengkulu mengajak seluruh insan pers menjaga profesionalisme. Selanjutnya, media harus mengutamakan verifikasi sebelum mempublikasikan setiap informasi.
Ketua AMJ Bengkulu menilai hoaks dapat memecah persatuan masyarakat. Bahkan, informasi palsu sering memicu keresahan dan konflik di berbagai daerah.
Oleh sebab itu, media harus berdiri di garis depan. Kemudian, wartawan harus menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai fakta.
Menurutnya, kritik juga memiliki peran penting dalam demokrasi. Namun, kritik harus lahir dari data dan fakta. Dengan begitu, kritik mampu menjadi solusi, bukan sekadar menyerang.
Selain itu, pers harus menjaga independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik. Sikap tersebut akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap media.
AMJ Bengkulu juga mengingatkan pentingnya menaati Kode Etik Jurnalistik. Selanjutnya, setiap wartawan harus menjunjung tinggi integritas dalam setiap karya.
Ia berharap seluruh media terus bersinergi menjaga ruang informasi yang sehat. Kemudian, masyarakat juga perlu meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh hoaks.
Melalui komitmen bersama, pers dapat memperkuat demokrasi. Di sisi lain, media juga mampu menjaga persatuan serta menghadirkan kritik yang berkualitas demi kepentingan masyarakat.(yti)
