PedomanBengkulu.com, Bunga Mas - Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin,S.Sos berkunjung ke salah satu perkebunan masyarakat yang berada di Desa Talang Randai, Kecamatan Bunga Mas .
Kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi dari hasil replanting yang telah dilakukan lima atau empat tahun yang lalu. Dengan buah yang berkualitas, akan dibawa ke pusat pabrik Bengkulu Selatan. Dari kelompok tani ini adapun luas perkebunannya 600 hektar dan nanti akan dimintakan perlakuan khusus terkait harga.
Kalau buah sawit yang nantinya di antar ke pabrik sawit rendemen sawitnya bagus, artinya persentase perbandingan antara jumlah minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) yang dihasilkan dengan berat Tandan Buah Segar(TBS) yang diolah cukup bagus. Nilai ini merupakan indikator utama efisiensi produksi di pabrik dan penentu mutu buah, apalagi menguntungkan perusahaan.
"Maka tentu untuk harga TBS nya akan kita perjuangkan, bagi masyarakat atau kelompok tani yang lain mempunyai kebun sawit yang cukup tua, ayo daftarkan untuk mengikuti program replating. Dengan harapan, kita bisa memperluas daerah replanting dengan harapan bisa mendapatkan hasil buah yang berkualitas untuk meningkatkan kesejahteraan petani,"papar Rifai Minggu sore (21/06).
Dengan memperjuangkan harga khusus untuk hasil replanting, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang ada di Bengkulu Selatan. Dari kabar, koordinasi yang telah dilakukan akan melakukan rapat di Medan pada tanggal 3 Juli mendatang.
Hasilnya nanti akan diinfokan kepada petani. Bagaimana hasil perjuangan Pemerintah Daerah untuk memperjuangkan harga khusus karena kualitas yang dimiliki.
Memang buah dari hasil prgram replanting ini agak kecil, tetapi kualitasnya cukup bagus dari luas lahan 1,7 hektar atau 170 batang sawit bisa menghasilkan TBS sebanyak 2,5 ton sekitar dua Minggu sekali.
Tapi sayangnya saat ini mengikuti harga umum, karena alasan dari pihak perusahaan harga TBS terkait kualitas rendemennya. Maka nanti sekitar 100 ton akan dibawa k pabrik, kalau terbukti rendemennya bagus, apa salahnya diberikan harga khusus.
"Kita berharap pihak perusahaan tidak ada alasan untuk menekan harga yang ada dipetani. Dari hasil perjuangan kita untuk hari ini saja harga TBS yang ada di perusahaan sawit di Bengkulu Selatan, untuk PT BSL dengan harga Rp 2.750 sedangkan PT SBS dengan harga Rp 2620, tetapi dimasukkan insentifnya, sama saja jatuhnya tetap Rp 2750. Kepada pihak RAM juga kami minta menyesuaikan harga yang ada di perusahaan saat ini, jangan terlalu banyak mengambil keuntungan dari petani sawit. Kalau informasi harga ini tidak benar, artinya pihak perusahaan juga tidak benar. Karena saya mendapatkan info dari mereka,"pungkas Rifai.

.webp)