PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Astra Motor Bengkulu menegaskan bahwa helm bukan sekadar pelengkap saat berkendara, melainkan perangkat keselamatan utama yang berfungsi melindungi kepala dari risiko cedera serius saat terjadi kecelakaan. Penegasan ini disampaikan melalui kegiatan Edukasi Safety Riding yang diikuti para karyawan Astra Motor Bengkulu pada Jumat (29/5/2026) di Main Dealer Astra Motor Bengkulu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat budaya #cari_aman saat naik motor.
Pemateri edukasi, Pranovsky Oktaryan, dalam paparannya menyoroti masih rendahnya kesadaran pengendara dalam menggunakan helm secara benar. Ia menyebut, banyak pengendara telah memakai helm, namun belum memahami standar penggunaan yang tepat sehingga fungsi perlindungannya tidak maksimal.
“Helm itu bukan sekadar dipakai. Cara penggunaannya menentukan apakah helm tersebut benar-benar melindungi atau tidak saat terjadi benturan,” kata Pranovsky.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa prinsip dasar yang wajib diperhatikan agar helm dapat bekerja optimal.
Pertama, pengendara harus menggunakan helm yang telah berstandar SNI sebagai jaminan kualitas dan keamanan.
Kedua, helm harus dikenakan dengan posisi yang pas di kepala, tidak longgar maupun terlalu sempit.
Selain itu, tali pengunci helm harus dipasang dengan benar hingga berbunyi klik untuk memastikan helm tidak terlepas saat terjadi benturan.
Penggunaan helm juga harus dilakukan secara konsisten, baik untuk perjalanan jarak dekat maupun jauh.
Menurut Pranovsky, kebiasaan mengenakan helm tanpa mengunci tali atau hanya digunakan saat kondisi tertentu, seperti saat melintas di jalan besar atau ketika ada razia, merupakan kesalahan yang masih sering ditemukan di lapangan.
“Helm yang tidak dikunci berpotensi terlepas saat kecelakaan. Artinya, perlindungan hilang pada momen paling krusial. Ini yang sering tidak disadari,” ujarnya.
Ia menambahkan, faktor kelalaian kecil sering kali menjadi penyebab utama meningkatnya risiko cedera dalam kecelakaan lalu lintas. Karena itu, disiplin dalam hal sederhana seperti penggunaan helm yang benar menjadi kunci utama keselamatan.
“Hal kecil bisa berdampak besar. Satu kelalaian bisa berujung pada penyesalan,” kata dia.
