PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Hujan yang terus mengguyur Bengkulu beberapa hari terakhir bukan hanya menghadirkan dingin dan genangan, tetapi juga menyimpan ancaman yang kerap tak disadari. Jalanan licin, lubang yang tertutup air, hingga jarak pandang yang kabur, semuanya bisa berubah menjadi pemicu kecelakaan dalam hitungan detik.
Di tengah kondisi ini, Astra Motor Bengkulu menyampaikan imbauan yang lebih dari sekadar pengingat - ini adalah peringatan: jangan pernah anggap remeh berkendara saat hujan.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, menegaskan bahwa satu kesalahan kecil di jalan basah bisa berujung fatal.
“Banyak yang merasa masih bisa mengendalikan motor seperti biasa, padahal kondisi sudah sangat berbeda. Jalan licin tidak memberi ruang untuk kesalahan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, pengendara motor adalah pihak paling rentan saat hujan turun. Tidak ada pelindung selain kewaspadaan dan kedisiplinan diri. Karena itu, setiap keputusan di atas motor harus dipikirkan dengan matang, bukan sekadar ingin cepat sampai.
Astra Motor Bengkulu pun menegaskan beberapa hal yang tidak boleh diabaikan:
Pertama, gunakan jas hujan yang aman (bukan ponco, karena berisiko tersangkut dan membahayakan).
Kedua, selalu nyalakan lampu depan agar visibilitas tetap terjaga dan pengendara lain dapat melihat posisi kendaraan dengan jelas.
Ketiga, atur kecepatan dan cara berkendara.
Hindari pengereman mendadak, kurangi kecepatan, serta jaga jarak aman untuk mengantisipasi kondisi jalan licin.
Keempat, jangan ragu untuk menepi dan berteduh jika hujan terlalu deras dan jarak pandang menurun drastis.
Kelima, tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya tersembunyi seperti lubang jalan yang tertutup genangan air maupun permukaan jalan yang semakin licin.
Tak kalah penting, Astra Motor Bengkulu menekankan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada pengendara, tetapi juga pada kondisi kendaraan. Rem yang lemah, ban yang aus, atau lampu yang redup bisa menjadi titik kritis yang menentukan - apakah perjalanan tetap aman atau justru berisiko.
“Yang membuat hujan berbahaya bukan airnya, melainkan keputusan pengendara yang memilih lengah di tengah risiko,” tegas Noval.
