PedomanBengkulu.com, Lebong - Kabupaten Lebong dianugerahi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya eksplorasi energi terbarukan panas bumi di lokasi Project PGE Hululais. Jika PGE sudah beroperasi, melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hululais oleh PT. PLN tbk, tentunya nilai produk panas bumi akan sangat berdampak pada sumber pemasukan pendapatan asli daerah (PAD), dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH) yang sangat besar bagi Kabupaten Lebong.
Setelah bolak balik jemput bola dalam agenda dinas luar (DL) untuk melobi pemerintah pusat, baik ke sejumlah kementerian maupun BUMN yang berkaitan dengan investasi. Bupati Lebong H Azhari SH berhasil mendapatkan dukungan pemerintah pusat, dalam rangka percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PGE Hulu Lais. Dengan berhasil mempertemukan Ketua DPD RI Sultan Najamudin bersama petinggi PT PLN tbk dengan PT PGE tbk di Kabupaten Lebong.
Informasi terbaru disampaikan oleh Executive Vice President MKS PLN Kantor Pusat, Wisnu Kuntjoro Adi dalam rapat koordinasi percepatan pengelolaan pembangkit panas bumi, yang digelar di Aula Graha Bina Praja Setdakab Lebong, Selasa (12/05/2026) siang.
Dalam penyampaiannya Executive Vice President MKS PLN Kantor Pusat, Wisnu Kuntjoro Adi menyebutkan bahwa PLN sudah dalam tahap mempersiapkan proses lelang, untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Kabupaten Lebong. Dirinya juga menegaskan, bahwa kehadiran Bupati Lebong dalam komunikasi ditingkat pusat, sangat membantu pihaknya dalam percepatan pembangunan PLTP dari eksplorasi panas bumi PT. PGE Hululais.
"Ini bentuk komitmen dan dukungan Pemerintah Daerah, kehadiran Bupati ditingkat pusat menjadi pendorong bagi kami untuk mempercepat progres pembangunan PLTP ini,” ungkap Wisnu Kuntjoro Adi. Selasa (12/05/2026).
Sementara itu, Bupati Lebong H Azhari SH MH menyebutkan, kedatangan para pejabat pusat tersebut merupakan hasil komunikasi dan koordinasi yang dilaksanakan dalam agenda dinas luar sebelumnya.
“Ini hasil kunjungan saya DL untuk bisa mengajak mereka ke sini sehingga hari ini mereka bertemu di sini dan harapan kita supaya bisa lebih dipercepat lagi,” sampai Azhari. Selasa (12/05/2026).
Azhari juga mengatakan, pemerintah daerah bersama Forkopimda hanya memfasilitasi pertemuan tersebut, agar seluruh pihak terkait dapat melihat langsung progres dan kebutuhan pembangunan PLTP Hulu Lais.
“Pertama kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan Pak Ketua DPD RI, kemudian juga dari PLN Pusat dan PGE Pusat. Kami pemerintah daerah bersama rekan-rekan Forkopimda memfasilitasi sehingga hari ini mereka bisa bertemu di sini,” katanya.
Ditambahkan Azhari, kehadiran langsung para pengambil keputusan dari pusat menjadi langkah penting untuk mempercepat realisasi proyek strategis tersebut. Ia berharap dukungan yang telah terbangun dapat mempercepat tahapan pembangunan hingga operasional PLTP Hulu Lais.
Dalam pemaparan yang diterima pemerintah daerah, turbin pertama dijadwalkan mulai masuk pada Mei, sedangkan turbin kedua direncanakan pada Juni mendatang. Pemerintah daerah menargetkan proyek tersebut dapat terealisasi lebih cepat dari target awal.
“Tadi kalau kita lihat, bulan Mei turbin pertama, Juni turbin kedua. Targetnya 2029, kalau bisa 2028 itu sudah terealisasi (Mulai beroperasi,red),” tutupnya.
Dukungan dari Ketua DPD RI, Sultan Najamudin juga mendorong tenaga panas bumi yang dikembangkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk bersama PT PLN (Persero) merupakan investasi besar yang sangat penting, tidak hanya bagi masyarakat Lebong tetapi juga bagi ketahanan energi nasional.
“Ada geothermal, ada PLTP panas bumi yang luar biasa baik dan investasi sudah dilaksanakan puluhan triliun oleh Pertamina PGE, dan tinggal selangkah lagi ini harus dibangunkan pembangkitnya oleh PLN,” kata Sultan.
Sultan mengaku telah memperoleh penjelasan mengenai jadwal pembangunan yang dinilai sudah tersusun dengan matang. Namun demikian, dirinya berharap proses realisasi proyek dapat dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Saya sudah tahu schedule-nya sudah disusun matang, tapi saya ingin ini lebih cepat. Kenapa? Karena ini sesuatu yang sangat penting untuk masyarakat Lebong, bukan hanya masyarakat Lebong tetapi juga untuk Indonesia,” ucap Sultan.
Menurut Sultan, pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto bersama PLN dan Pertamina tentu menginginkan proyek energi baru terbarukan tersebut segera beroperasi dan memberikan kontribusi nyata terhadap pasokan listrik nasional.
“Kalau project ini segera jalan dan konkret menghasilkan listrik, kontribusinya akan sangat besar untuk masyarakat Lebong,” pungkasnya.[spy]