
PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Honda BeAT dan Honda BeAT Street menjadi pilihan skutik yang paling “Relate” dengan kebutuhan mobilitas harian masyarakat, khususnya segmen anak muda dan pengguna aktif di perkotaan. Keduanya menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar hingga 60,6 km/liter, kelincahan, serta karakter desain yang disesuaikan dengan gaya hidup modern.
Honda BeAT hadir dengan karakter simpel, praktis, dan fungsional. Sementara BeAT Street tampil lebih ekspresif dengan desain yang menonjolkan gaya anak muda urban. Meski berbeda karakter, keduanya tetap berada dalam satu kebutuhan yang sama, yakni kendaraan harian yang hemat, mudah dikendalikan, dan nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan.i
Honda BeAT diposisikan sebagai skutik harian yang mengedepankan kepraktisan. Fitur Smart Key (keyless) memberikan kemudahan dalam penggunaan, sementara Idling Stop System (ISS) membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar saat berhenti di kemacetan.
Kombinasi ini membuat BeAT banyak dipilih oleh pengguna yang membutuhkan motor simpel untuk aktivitas kerja, sekolah, maupun mobilitas rutin dalam kota.
Berbeda dengan BeAT, BeAT Street hadir dengan setang telanjang (naked handlebar) yang memberikan posisi berkendara lebih bebas dan lincah. Tampilan speedometer full digital juga memperkuat kesan modern dan sporty.
Model ini lebih menyasar pengguna muda yang ingin tampil berbeda dan membutuhkan motor dengan karakter lebih aktif dalam bermanuver di jalanan perkotaan.
Harga OTR Bengkulu (Mei 2026)
BeAT Sporty CBS: Rp 21.940.000
BeAT Sporty CBS-ISS: Rp 22.450.000
BeAT Sporty Deluxe: Rp 23.050.000
BeAT Street: Rp 22.460.000
Kepala Bagian Marketing Astra Motor Bengkulu, Yulius Onassis, mengatakan bahwa kedua model tersebut memang dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang paling dekat dengan aktivitas sehari-hari.
“Honda BeAT dan BeAT Street kami hadirkan sebagai skutik yang paling relate dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Fokusnya adalah bagaimana motor ini benar-benar bisa digunakan setiap hari dengan mudah, irit, dan tidak merepotkan,” ujar Yulius.
Ia menambahkan, perbedaan karakter di antara keduanya justru memberi ruang pilihan yang lebih luas bagi konsumen.
“BeAT kami arahkan untuk konsumen yang mencari kepraktisan maksimal, ringan, dan efisien. Semua dibuat simpel agar nyaman dipakai harian tanpa banyak penyesuaian,” katanya.
“Sedangkan BeAT Street kami hadirkan untuk konsumen yang ingin lebih ekspresif. Dari desain setang hingga tampilan digitalnya, semuanya dibuat untuk memberi kesan lebih bebas dan aktif saat berkendara,” lanjutnya.
Menurutnya, keduanya tetap memiliki benang merah yang sama, yaitu sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini.
“Pada akhirnya, dua model ini sama-sama menjawab kebutuhan harian. Tinggal konsumen memilih sesuai gaya masing-masing, karena keduanya sudah sangat ‘relate’ untuk aktivitas di jalanan,” tutup Yulius.