Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Bimtek SMILED Digelar, KPID Bengkulu Percepat Digitalisasi Pengawasan Siaran

PedomanBengkulu.com,Bengkulu - Upaya memperkuat pengawasan siaran berbasis digital di Provinsi Bengkulu terus dipacu, sebagai langkah strategis menuju sistem pengawasan penyiaran yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi keniscayaan dalam tata kelola penyiaran modern. Ia mendorong seluruh lembaga penyiaran di Bengkulu untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk dalam sistem pengawasan siaran.

“Pemanfaatan aplikasi SMILED ini merupakan langkah maju dalam menciptakan pengawasan siaran yang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi. Kami berharap seluruh lembaga penyiaran dapat memanfaatkan sistem ini secara optimal sebagai bagian dari transformasi digital di sektor komunikasi dan informasi,” ujar Nelly usai membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi SMILED (Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Lembaga Penyiaran) di Universitas Hazairin (UNIHAZ), Selasa (7/5),

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, dan lembaga penyiaran dalam menjaga kualitas siaran yang sehat dan edukatif bagi masyarakat.

Ketua KPID Bengkulu, Tedi Cahyono, mengatakan Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas lembaga penyiaran dalam menghadapi tantangan digitalisasi sekaligus memastikan implementasi aplikasi SMILED berjalan optimal.

“Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh lembaga penyiaran di Bengkulu mampu mengoperasikan SMILED dengan baik. Ini bukan sekadar aplikasi, tetapi instrumen untuk membangun penyiaran yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, aplikasi SMILED merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas monitoring dan evaluasi siaran serta mendorong transparansi dan akuntabilitas. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan sistem e-Penyiaran di Kementerian Komunikasi dan Digital.

Sementara itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia, M Hasrul Hasan, menyampaikan bahwa SMILED hadir untuk menjawab kebutuhan publik terhadap keterbukaan informasi lembaga penyiaran.

“Publik dapat mengetahui secara menyeluruh program siaran setiap lembaga penyiaran. Karena aplikasi ini terbuka untuk umum, kita dapat memastikan kesesuaian program yang disiarkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, SMILED juga menjadi wadah integrasi data antara KPI dan pemerintah, sehingga memudahkan proses pengawasan dan evaluasi setiap tahunnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh KPID Provinsi Bengkulu ini diikuti oleh seluruh lembaga penyiaran se-Provinsi Bengkulu, sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi.