Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Wisuda Angkatan XII UIN Bengkulu, Rektor: Ilmu Harus Berdampak bagi Masyarakat



PedomanBengkulu.com,Bengkulu — Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu mewisuda 600 lulusan dalam Wisuda Angkatan XII Tahun 2026, Rabu (15/4/2026). Momentum ini ditegaskan bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal tanggung jawab besar para lulusan di tengah perubahan zaman.

Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. KH. Khairudin, M.Ag, secara tegas mengingatkan bahwa gelar akademik yang diraih bukan tujuan akhir, tetapi bekal untuk menghadapi dunia yang terus berubah secara cepat dan dinamis.

“Gelar ini bukan garis finis. Ini adalah titik awal untuk berkontribusi dan menjawab tantangan zaman,” ujar Khairudin.

Dari total 600 lulusan, sebanyak 552 orang merupakan sarjana, 18 orang magister, dan 30 orang doktor. Namun, menurut Khairudin, jumlah lulusan bukan sekadar angka, melainkan cerminan tanggung jawab intelektual yang harus diwujudkan di tengah masyarakat.

Ia menekankan, lulusan perguruan tinggi tidak boleh hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial.

“Lulusan harus hadir sebagai agen perubahan, bukan sekadar penonton, apalagi hanya pencari kerja,” tegasnya.

Khairudin juga menyoroti pentingnya integritas di tengah derasnya perubahan global. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa nilai moral hanya akan melahirkan krisis baru.

“Jangan hanya mengejar pintar, tapi abaikan benar. Ilmu tanpa integritas akan kehilangan arah,” katanya.

Dalam konteks persaingan global yang semakin ketat, ia meminta para lulusan untuk tidak takut gagal. Menurutnya, kegagalan adalah bagian penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

“Jangan takut jatuh. Yang berbahaya adalah berhenti belajar dan tidak mau bangkit,” ujarnya.

Selain itu, Khairudin mengingatkan agar para lulusan tetap menjunjung nilai kerendahan hati. Ia mengutip falsafah “adigang, adigung, adiguna” sebagai peringatan agar tidak sombong atas kekuatan, jabatan, maupun kecerdasan.

“Ilmu yang saudara miliki harus digunakan untuk kebaikan bersama, bukan untuk meninggikan diri,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari proses pendidikan. Justru, lulusan dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat agar tetap relevan di tengah perubahan.


Pada kesempatan tersebut, pihak kampus turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah berperan besar dalam keberhasilan para wisudawan.

Menutup sambutannya, Khairudin berharap para lulusan mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi orang yang berintegritas dan mau berkontribusi,” pungkasnya.