Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Seru Boleh, Lalai Jangan: Ini Pentingnya #Cari_Aman Saat Naik Motor Jarak Jauh

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Tren perjalanan jauh atau touring menggunakan sepeda motor terus diminati, terutama di kalangan komunitas. Selain menjadi sarana melepas penat, aktivitas ini juga mempererat kebersamaan. Namun di balik meningkatnya minat tersebut, aspek keselamatan berkendara menjadi perhatian utama yang tidak boleh diabaikan.

Astra Motor Bengkulu menekankan pentingnya penerapan kampanye #Cari_Aman sebagai budaya berkendara, khususnya saat melakukan perjalanan jarak jauh yang memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan penggunaan harian.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, mengatakan bahwa masih banyak pengendara yang terlalu fokus pada tujuan perjalanan, tetapi kurang memperhatikan faktor keselamatan.

“Touring itu bukan soal cepat sampai tujuan, tapi bagaimana kita bisa sampai dengan selamat. Banyak pengendara yang lupa bahwa risiko di perjalanan jauh lebih kompleks, mulai dari kondisi fisik, kendaraan, hingga cuaca,” ujarnya.

Menurut Noval, kesadaran #Cari_Aman harus dimulai dari hal paling dasar, yakni memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan. Pemeriksaan menyeluruh pada rem, ban, oli, hingga sistem kelistrikan menjadi langkah awal yang tidak boleh dilewatkan.

Selain itu, penggunaan perlengkapan berkendara juga kerap dianggap sepele. Padahal, helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, dan sepatu memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari potensi cedera.

“Perlengkapan itu bukan hanya pelengkap, tapi pelindung utama saat terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Noval.

Ia juga menyoroti kebiasaan membawa barang berlebihan saat touring yang dapat mengganggu keseimbangan motor. Pengendara diimbau membawa barang secukupnya dan memastikan posisi barang tetap aman selama perjalanan.

Dari sisi perencanaan, pengendara disarankan untuk memahami rute perjalanan, termasuk titik pengisian bahan bakar dan lokasi istirahat. Berangkat pada pagi hari dinilai lebih aman karena kondisi tubuh masih segar dan visibilitas lebih baik.

Saat di jalan, perilaku berkendara menjadi faktor penentu keselamatan. Pengendara diminta menjaga kecepatan, tidak melakukan manuver berbahaya, serta tetap fokus tanpa distraksi seperti penggunaan ponsel.

“Sering kali kecelakaan terjadi bukan karena jarak jauh, tetapi karena kelalaian kecil seperti kurang fokus atau memaksakan diri saat lelah,” tambahnya.

Karena itu, istirahat secara berkala setiap dua jam menjadi hal penting untuk menjaga konsentrasi. Selain itu, pengendara juga harus peka terhadap perubahan cuaca dan kondisi jalan, terutama saat hujan yang meningkatkan risiko jalan licin dan jarak pengereman.

Noval juga mengingatkan agar pengendara tidak menunggu bahan bakar hingga habis serta selalu membawa perlengkapan darurat seperti toolkit, obat pribadi, hingga uang tunai.

Melalui penerapan langkah-langkah tersebut, Astra Motor Bengkulu berharap budaya #Cari_Aman dapat semakin tertanam di kalangan pengendara.

“Keselamatan itu pilihan. Kalau kita mau disiplin dan peduli, risiko bisa ditekan. Jangan sampai perjalanan yang harusnya menyenangkan justru berakhir sebaliknya,” tutup Noval.