PedomanBengkulu.com,Bengkulu – Lebih dari peringatan biasa, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Dharma Pertiwi tahun 2026 merupakan refleksi mendalam atas kiprah perempuan, khususnya yang tergabung dalam keluarga besar TNI, dalam memperkuat sendi-sendi sosial, kesehatan, dan lingkungan bangsa.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, berbagai kegiatan yang digelar sejak awal tahun dalam rangka peringatan HUT ke-62 Dharma Pertiwi menunjukkan bahwa organisasi ini terus bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang relevan dengan tantangan zaman.
"Mulai dari seminar kesehatan hingga kegiatan keagamaan yang menghadirkan Ustad Maulana. Nilai-nilai yang ditanamkan tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga membentuk karakter sosial yang penuh empati dan kepedulian. Hal ini menjadi penting di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks," kata Hj Leni Haryati John Latief mengenai peringatan HUT ke-62 Dharma Pertiwi, Rabu (15/4/2026).
Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menilai, kegiatan donor darah di berbagai wilayah, seperti Semarang dan Surabaya, merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan yang juga patut diapresiasi.
"Bakti sosial berupa pengobatan gratis serta penanaman mangrove di Bekasi menunjukkan bahwa Dharma Pertiwi tidak hanya peduli pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan hidup. Begitu juga ziarah ke Taman Makam Pahlawan, menjadi pengingat bahwa seluruh pengabdian ini tidak lepas dari sejarah panjang perjuangan bangsa," ujar Hj Leni Haryati John Latief.
Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu ini menekankan, semangat yang ditunjukkan Dharma Pertiwi ini sangat relevan untuk direplikasi di daerah.
"Saat ini berbagai daerah seperti juga Bengkulu menghadapi banyak tantangan, mulai dari akses layanan kesehatan, penguatan ketahanan keluarga, hingga pelestarian lingkungan pesisir. Keterlibatan aktif perempuan dalam organisasi sosial seperti Dharma Pertiwi dapat menjadi motor penggerak dalam menjawab berbagai persoalan tersebut," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.
Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini menambahkan, semua patut menyadari bahwa pembangunan bangsa tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan dan apa yang dilakukan Dharma Pertiwi pada HUT ke-62 ini menjadi cerminan nyata bahwa perempuan Indonesia memiliki kapasitas, kepedulian, dan komitmen yang tinggi dalam menjaga ketahanan sosial bangsa.
"Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa semangat ini terus tumbuh dan mendapat dukungan yang memadai, baik dari sisi kebijakan maupun implementasi di lapangan," demikian Hj Leni Haryati John Latief. [**]
